Membantah Mu’tazilah!

Khabar yang datangnya dari jalan yang shohih, yang telah dilalui proses jarh wa ta’dil, harus dihakimi “ahad” hanya karena tidak memenuhi kriteria-kriteria yang mereka tetapkan, sehingga mereka jadikan ‘khåbar ahad’ sebagai dalih untuk menolak ataupun mengingkari hadits shåhih yang datang dari Råsul mereka shållallåhu ‘alaihi wa sallam. Na’udzubillah!

Sabtu, 20 Jumadits Tsany 1430 H

Maka dari itu ana katakan kepada mereka-mereka -kaum mu’tazilah- para penyebar aib penguasa, “tampilkanlah khabar MUTAWATIR kepadaku, dalam label “kufur”mu itu, mana sumber informasimu? ada berapa saksimu? mana jalan periwayatan beritamu itu?

Jangan cuma bisa mengelak “ini ahad, ini mutawatir”!

Konsekuensilah dengan penetapanmu! yang engkau sendiri selalu menyebarkan khabar-khabar ahad yang tidak jelas darimana asal-usulnya.

Aku tanyakan pada para pengombar “ahad/mutawatir” tolong jelaskan darimana datangnya kaedah ini! Bukankah ini datang dari kaum filosof yunani yang kuffar?

Cukuplah ilmu jarh wa ta’dil bagiku untuk ilmu hadits, dan cukuplah kaedah ta’yin bagiku dalam menerima khabar.”

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s