Tiga Hal Yang Membuatmu Dekat dengan-Nya

Tiga hal yang membuat kita dekat dengan Allåh; pertama, menaati-Nya dan jangan berbuat maksiat kepada-Nya, kedua, ingat selalu kepada-Nya dan jangan lupa kepada-Nya, ketiga, selalu bersyukur kepada-Nya dan jangan ingkar (kufur) terhadap nikmat-Nya.

Selasa, 23 Jumadits Tsany 1430 H

Pertama, menaati-Nya dan tidak berbuat maksiat kepada-Nya, contohnya yaitu selalu taat kepada segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ketika kita mendapati suatu ayat, dan hadits yang shohih, jika itu berisi perintah dan larangan, maka tidak ada lagi yang harus kita lakukan melainkan dengan “mendengar dan taat”, tidak mencari-cari pembenaran diri, dan tidak berpikir-pikir lama-lama untuk melaksanakan perintah tersebut, juga tidak berlama-lama dalam meninggalkan larangan tersebut…

Kedua, ingat selalu kepada-Nya dan jangan lupa kepada-Nya.

Sedekat-dekat seorang hamba kepada Allåh bergantung seberapa dekat dirinya dengan al-qur’an. apakah itu dengan membaca, membaca dan memahami ayat-ayatnya ataupun membaca, memahami dan mengkaji ayat-ayatnya.

Sesuai dengan sabda Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash:

“Bacalah Al-Qur ‘an setiap bulannya. ” Dia (Abdullah bin Amr bin Al-Ash) berkata, “Aku menjawab, ‘Aku menyanggupi lebih banyak dari itu lagi.’ Lalu beliau bersabda lagi, ‘Bacalah setiap tujuh malam sekali.” (HR. Al-Bukhari, Fadha ‘il al-Qur’an (5052); Muslim, ash-Shiyam (1159))

Dengan mentadabburi al-qur’an, maka kita akan lebih mengenal-Nya, karena kita dapat mengetahui tanda-tanda kekuasaan-Nya. akan lebih baik jika kita menyempatkan diri untuk membuka buku tafsir sehingga kita bisa mendalami satu ayat, yang dimana para salaf sendiri tidak beranjak dari lima ayat, sebelum mereka bisa sepenuhnya memahami dan mengamalkannya.

Lihatlah ibnu umar rådhiyallåhu ‘anhu, sampai-sampai menghabiskan puluhan tahun untuk menamatkan surat al-baqåråh. yang mana mereka para salaf, tidak ingin melewatkan satu ayat pun yang mereka tidak bisa ambil faedah-faedahnya untuk diamalkan pada kehidupan sehari-hari, rådhiyallahu anhum jami’an!

Point ketiga yaitu, bersyukur kepada-Nya dan jangan ingkar terhadap nikmat-Nya. salah satu jalan agar kita dapat mengamalkan ini, yaitu dengan berjalan dimuka bumi, memperhatikan segala bukti-bukti kekuasaan-Nya, melihat orang yang buta, maka seharusnya kita bisa mensyukuri nikmat-Nya yang memberikan kita mata yang sehat yang dapat melihat, melihat orang yang lumpuh, sehingga membuat kita bersyukur dengan dianugerahkan-Nya kita tubuh yang kuat dan tidak cacat.

Maka dengan mensyukuri seluruh nikmat-Nya yaitu dengan menggunakan segala nikmat-nikmat yang diberikannya tersebut untuk beribadah kepada-Nya.

Contohnya seperti, mata yang telah diberikan-Nya dengan baik dan sehat, maka kita mensyukurinya dengan menggunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, membaca al-qur’an dan melihat hal-hal yang bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s