Dahulukan dulu dirimu dan keluargamu!

PRIORITAS UTAMA SETIAP MUSLIM dalam menjalani DIIN ini yaitu untuk menyelamatkan DIRINYA SENDIRI dan KELUARGANYA dari api neraka, karena Allåh subhanahu wa ta’ala berfirman, [Hai orang-orang yang beriman, peliharalah DIRIMU dan KELUARGAMU dari api neraka] (At-Tahrim: 6)

Al-Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat diatas,

(firman Allåh, yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah DIRIMU dan KELUARGAMU dari api neraka”)

yakni, kamu perintahkan DIRIMU, dan keluargamu yang terdiri dari ISTRI, ANAK, SAUDARA, KERABAT, SAHAYA WANITA & LAKI-LAKI untuk taat kepada Allåh.

Dan, kamu larang DIRIMU beserta SEMUA ORANG YANG BERADA DIBAWAH TANGGUNG JAWABMU untuk tidak melakukan kemaksiatan terhadap Allåh.

Kamu AJARI dan DIDIK mereka serta PIMPIN mereka dengan perintah Allåh. kamu perintahkan mereka untuk melaksanakannya dan kamu bantu mereka dalam merealisasikannya. Bila kamu melihat ada yang berbuat maksiat kepada Allåh, maka cegah dan larang mereka. ini merupakan KEWAJIBAN SETIAP MUSLIM, yang mengajarkan ORANG YANG BERADA DIBAWAH TANGGUNG JAWABNYA segala sesuatu yang telah diwajibkan dan dilarang Allåh ta’ala kepada mereka”

kemudian al-imam membawakan hadits, yang artinya,

“Perintahlah anak-anakmu shalat pada umur ketujuh, dan pukul mereka (jika tidak mengerjakannya) pada umur kesepuluh dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (riwayat Abu Daud dengan sanad yang hasan).

Hal ini sejalan dengan ayat lain dalam al-qur’an:

Dan perintahkanlah kepada KELUARGAMU mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.

(Taa-Haa: 132)

Maka patutlah kita tanyakan pada orang-orang yang suka berkoar-koar dalam permasalahan yang GLOBAL, yang menyerukan SEGENAP KAUM MUSLIMIN untuk kepentingan kelompoknya yang mengatas-namakan ISLAM, dan membawa EMBEL-EMBEL “aktifis dakwah”.

Sudahkah mereka “AKTIF” dalam mengamalkan KEWAJIBAN yang dibebankan SETIAP MUSLIM, yakni mendakwahkan kepada DIRI dan KELUARGA?

Perlu menjadi muhasabah diri bagi kita sekalian untuk lebih menahan diri, dan memikirkan yang memang merupakan tanggung jawab kita, dan tidak menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak dibebankan kepada kita.

karena Allåh juga berfirman:

Allåh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (al-baqårah: 286)

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s