Berdirilah diatas bashiråh

Menjalani agama ini berdiri diatas bashiråh [‘ilmu (hujjah) dan keyakinan]. bagaimana halnya orang menjalani agamanya, sedangkan ia tidak yakin dengan hujjah yang dibawanya?! bagaimana halnya pula orang menjalani agama hanya dengan bermodalkan k…eyakinan tapi ia tidak dapat mendatangkan hujjah untuk ia pertanggung jawabkan dihadapan-Nya dibalik keyakinannya tersebut?!


dua kelompok yang tercela dalam islam,

– orang yang ragu-ragu dalam agamanya.

orang yang ragu-ragu dalam agamanya pun terbagi atas dua

* orang yang berjalan diatas keyakinan terhadap agamanya, tapi dalam sebagian perkara ia terkena penyakit syubhat, sehingga ia menjadi ragu dengan keyakinan yang tersebut.

* orang yang berjalan diatas agamanya dengan penuh keragu-raguan atau tidak menetapkan

syubhat seperti ini biasanya dimiliki oleh ahli filsafat extrim, yang senantiasa berusaha mengaburkan kebenaran atau bahkan MENIADAKANNYA.

yakni mereka yang berprinsip “kebenaran adalah relatif”, yakni berpandangan, “engkau bisa benar, engkau bisa salah, janganlah engkau terlalu yakin dengan kebenaranmu”.

hal ini sangat bertolak belakang dengan Islam datang yang membawa kebenaran dengan kepastian dan keyakinan, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya, ):

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (As-Saff: 9).

dan Allåh mencela orang-orang yang ragu terhadap agama-Nya ini, bahkan inilah ciri-ciri orang munafiq atau orang yang memiliki sifat nifaq.

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya. (An-Nisaa: 143)

Dalam tafsirnya, ibnu katsir menafsirkan ayat diatas dengan membawakan sabda Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

“Perumpamaan munafik itu seperti domba yang bingung diantara dua ekor kambing, terkadang berpaling kepada kambing yang satu, terkadang kepada kambing yang lain, dan tidak tahu mana yang harus diikuti” (HR. Muslim)

semoga kita terhindar dan terselamatkan dari seluruh sifat nifaq.

– orang yang bermodalkan keyakinan saja, tapi tidak memiliki hujjah diatas keyakinannya tersebut.

inilah sifat utama orang yang terjerumus kedalam pemahaman yang salah. sehingga mereka dengan mata dan hati yang buta, merasa yakin dengan apa yang ada pada sisi mereka, padahal sekali-kali keyakinan itu tidak akan bermanfaat bagi mereka karena keyakinan yang mereka bawa tersebut, tidak ada nilainya disisi Råbbul ‘alamin.

sebagaimana dalam firman-Nya yang menjelaskan kesesatan kaum kuffar, yang artinya:

“Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: “Tunjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku”. Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.” (Al-Anbiyaa: 24)

kelompok ini juga sangat tercela karena berdiri diatas suatu keyakinan yang mereka sendiri tidak memiliki hujjah yang nyata diatasnya.

semoga kita ditetapkan diatas bashiråh, dan dijauhkan dari dua kelompok menyimpang diatas.

wallåhu ta’ala a’lam.

aaamiin.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s