Bicaralah sesuai apa yang mereka pahami

Salah satu adab yang paling kukagumi dari ahlul ‘ilmu yakni kemampuan mereka dalam menyesuaikan ‘ilmu yang mereka miliki terhadap lawan bicaranya, mereka bicara tidak terlalu detail kepada orang awwam atau orang yang baru belajar, sehingga dapat membuat mereka paham. adab inilah yang harus para thulab (penuntut ‘ilmu) contohi. berkatalah dengan kata-kata yang dapat dimengerti orang awwam sehingga kita tidak membuat fitnah.


‘ali rådhiyallåhu ‘anhu berkata:

Berbicaralah (kalian) kepada manusia dengan ucapan yang mereka fahami. Apakah kalian ingin Allah dan RasulNya di dustakan?”

[Ibnu Hajar, Fathul Bari, jilid 1, halaman 225, cetakan Darul Fikr. Imam Adz Dzahabi, Syi’ar A’lam An Nubala, Jilid 2 halaman 597, cetakan Muassasah. Ibnu Taimiyah, Al Fatawi Al Kubra, jilid 13 halam 260]

disamping perkataan kita menyesuaikan dengan ‘ilmu lawan bicara kita, kita pun harus menyesuaikan dengan tingkat keimanan lawan bicara kita.

ingatlah wahai saudaraku, engkau mungkin telah memiliki keimanan yang sangat tinggi, lantas apakah engkau akan membebankan orang disekitarmu dengan beban yang engkau telah anggap ringan dan mudah? bagimu itu mungkin ringan dan mudah, tapi bagi mereka? itu sangatlah berat dan sulit.

bukan maksudku untuk menghalangimu untuk menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

tapi, prioritaskanlah dulu yang paling penting (tauhid).
sadarkanlah dulu dia tentang hal ini, pahamkanlah dulu dia tentang hal ini.

seperti telah ana katakan sebelum-sebelumnya,

1. baiknya tauhid seseorang akan menyebabkan seluruh amalan yang lainnya baik, begitupun sebaliknya.

2. dan baiknya tauhid seseorang akan menyebabkan dirinya mudah dan lapang dalam menerima agama ini dengan ketundukan, begitupun sebaliknya.

jika memang engkau melarangnya dengan sesuatu, maka bantulah ia untuk dapat menjauhi larangannya tersebut, berilah harapan dan kabar gembira, berikan mereka solusi dengan beban yang engkau bebankan pada mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah: 286)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

“Bila kalian memberi beban kepada mereka, maka bantulah mereka.” (Muttafaqun ‘alaih dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)

dalam perkara syirik misalnya.. alangkah baiknya sebelum masuk kedalam bab itu, kita jelaskan dulu apa itu syirik, apa itu kaedah-kaedah ahlus-sunnah dalam menyikapi kesyirikan dan musyrik, kita jelaskan juga kaedah “tidak semua orang yang melakukan kesyirikan itu adalah musyrik”.. dll

mereka yang membantah kita, biasanya tidak memiliki kaedah dan pemahaman yang benar seperti kita.

maka jika kita katakan, “janganlah menyembah kubur”, tanpa ada ‘pendahuluan’ kaedah-kaedah diatas..

maka muncullah kalimat-kalimat yang miring, yang mereka salah paham dengan ucapan kita.

sehingga terdengar kata-kata,

“ziarah kubur kok dilarang?!” atau “dikit-dikit haram, dikit-dikit haram?!”, dan semisalnya.

perlulah kita ketahui kata-kata yang mereka ucapkan diatas itu bukan atas dasar ‘ilmu melainkan atas dasar kejahilan dan kesalahpahaman.

hingga akhirnya kita langsung naik pitam, marah, dan mengatakan perkataan-perkataan yang malah semakin membuatnya jauh dari al-haq.

apakah inikah yang disebut orang yang sedang meluruskan kemungkaran? tidak, akibat kejahilan dan ketidaksabaran orang ini, maka jadilah ia pembuat fitnah, yang bertindak dengan ‘ilmu dan kesabaran yang sedikit.

maka alangkah baiknya, bagi seorang thålabul ‘ilmi, adalah DIAM, sampai ia dapat memastikan bahwa apa yang dilakukannya tersebut sesuai dengan manhaj yang haq, barulah ia berbicara dan bertindak.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s