Sudahkah engkau belah dan bedah dadaku?

Manusia tidak memiliki hak sedikitpun untuk memvonis hati seseorang, karena manusia hanyalah melihat amalan zhåhirnya saja, maka jika apa yang nampak pada manusia itu baik [sesuai al-qur’an dan sunnah menurut pemahaman yang benar] maka kita nilai itu baik, dan menyerahkan hatinya kepada Allåh, jika apa yang nampak itu jelek/buruk, maka tugas kita adalah menasehatinya berdasarkan apa yang nampak darinya.

Umar bin Khattab RadhiAllahu ‘anhu berkata:

“Pada zaman Nabi shalallahu ‘alahi wasallam orang yang salah terkena sanksi berdasarkan wahyu.”

“Sekarang wahyu sudah putus, maka kita menghukumi secara zhåhirnya saja perbuatan kalian.”

“Barangsiapa yang menampakan kebaikan, kami terima dan hakekatnya kami serahkan kepada Allah, karena Allah yang menilai batin kalian.”

“Dan apabila tampak keburukan mereka, maka kami menolak dan tidak percaya meskipun maksud dalam batinnya baik.”

[Ahlusunnah menghadapi Ahli Bid’ah oleh DR Ibrahim bin Amir Ar Ruhaili hal 70.]

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s