Tauhid ‘uluhiyyah – hukum Allåh yang paling tinggi

Hukum Allåh yang paling tinggi dan yang menjadi prioritas utama untuk kita tegakkan adalah men-TAUHID-kan Allåh dalam segala peribadatan. yakni, mengibadahi-Nya dengan semata-mata meng-esa-kan-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dalam segala peribadatan, tanpa mengadakan tandingan-tandingan lain bersama-Nya, atau malah mengadakan sesembahan lain.

yang dilakukan kaum muslimin sekarang justru segala yang merusak tauhid ibadah itu sendiri, diantaranya:

1. MENINGGALKAN PERIBADATAN KEPADA-NYA.

berapa banyak kaum muslimin meninggalkan shålat di bumi indonesia ini?… Read More

berapa banyak kaum muslimin tidak berdo’a kepada-Nya ketika sulit, tidak meminta kepada-Nya ketika butuh?

2. MENGADAKAN SEKUTU-SEKUTU SELAIN-NYA DALAM BERIBADAH KEPADA-NYA.

berapa banyak kaum muslimin yang menyandingkan-Nya dengan ustadz-ustadz/kiai-kiai mereka sebagai sesembahan selain-Nya?

contoh, apa-apa yang diterima dari kiai mereka dijadikan mereka ‘WAHYU’ sehingga mereka tetapkan bahwa disitulah letak kebenaran, apa-apa yang bertentangan dengan ucapan kiai atau adat yang berlaku setempat dianggapnya sesat.

berapa banyak kaum muslimin yang disamping berdo’a kepada-Nya, juga meminta-minta kepada orang mati, orang-orang yang dianggap shålih, atau bahkan wal ‘iyadzu billah meminta kepada seekor binatang (sapi)!

3. MENGADAKAN SESEMBAHAN-SESEMBAHAN BARU.

berapa banyak kaum muslimin menjadikan kuburan sebagai sesembahan-sesembahan selain Allåh, berdo’a langsung meminta kepada selain-Nya, seperti orang-orang ‘yang dianggap’ shålih, menjadikan ‘tempat-tempat keramat’ sebagai hal yang mendatangkan keberkahan dan menolak mudhårat.

begitu banyak kesyirikan yang menjamur dimasyarakat kita, selayaknya kaum muslimin yang ingin mengajak kepada ISLAM YANG KAAFAH, memprioritaskan masalah ini, bukan sibuk dengan kekuasaan, yang dakwah kekuasaan seperti ini tidak pernah dicontohkan Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam, maupun råsul-råsul sebelumnya.

tidak heran musibah demi musibah datang ‘menyapa’ kaum muslimin, sebagai peringatan dari Allåh kepada mereka, agar kembali kepada-Nya, dengan mentauhidkan-Nya dalam segala peribadatan.

semoga peringatan-peringatan ini dapat membangunkan kaum muslimin dari kelalaiannya dalam menjalankan kewajibannya.

dan semoga Allåh memberikan kelapangan kepada hati-hati kaum muslimin agar dengan peringatan ini, mereka dapat membuka hatinya, kembali kepada-Nya dan men-tauhidkan-Nya dalam segala peribadatan.

aamiin.

wallåhu ta’ala a’lam bish shåwwab

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s