” ‘Ulama “

Jika ‘perkataan/pendapat’ ‘ulama yang djadikan hujjah sebagai pembenaran suatu perbuatan, maka aku takutkan di masa yang akan datang, akan ada orang yang mnuntut ‘ilmu, sehingga ia memiliki ‘ilmu yg luas, sehngga jdilah ia seorang ‘ulama, sehingga dengan hawa nafsunya yang rusak ‘dpreteli’-lah ayat-ayat Allåh dan hadts-hadits Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam untuk menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, sehingga orang pun mengikutinya dan berhujjah dengan pendapatnya

Maka berpeganglah kepada al-qur’an dan as-sunnah yang shåhih saudaraku, itulah pegangan kita dalam mengembalikan suatu perkara, bukan pendapat ‘ulama.

Dan tentunya keduanya (yakni al-qur’an dan as-sunnah yang shåhih) ini dirujuk kepada pemahaman yang benar, yakni pemahaman shåhabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan orang-orang mengikuti mereka dengan baik. dan inilah pegangan kita dalam memahami suatu perkara sehingga membantah pemahaman-pemahaman rusak yang bertentangan dengan pemahaman yang hak!

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s