Luruskanlah caramu dalam menilai suatu amalan!

Yang dinilai dalam suatu amalan adalah benar atau salahnya, BUKAN baik atau tidaknya.. berapa banyak amalan-amalan RUSAK menjamur dimana-mana disebabkan ‘anggapan baik’ dari para pelakunya?!

Agama bukan datang dari adat/tradisi suatu tempat, bukan juga datang dari akal/perasaan manusia yang berbeda-beda dan bervariasi..

Tapi agama (dan apa yang disandarkan kepadanya) HARUS datang dari Allåh dan RåsulNya (yang mana RåsulNya ini mengabarkan kepada ummatnya TATA-CARA beragama dengan benar untuk menyembah Allåh dan berperikehidupan)..

Maka kita membutuhkan WAHYU untuk menjalaninya, wahyu ini terdiri dari:

– al-qur’an
– as-sunnah YANG SHÅHIH.

Tidak cukup dengan itu, kita harus dapat memahami keduanya dengan PEMAHAMAN YANG DIINGINKAN Allåh dan RåsulNya.. Bukan kita pahami sendiri-sendiri dengan akal/perasaan kita yang dangkal dan bervariasi.

Sebaik-baik pemahaman dalam beragama adalah pemahaman para shåhabat nabi (shållallåhu ‘alaihi wa sallam) Ridwanullåh ‘alaihim jami’an, dan pemahaman orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

KESIMPULAN:

Maka kita beragama dengan al-qur’an, as-sunnah yang shåhih, sesuai apa yang dipahami para salafush shålih.

Apa yang MENCOCOKInya maka ia adalah KEBENARAN, dan sudah dapat dipastikan merupakan KEBAIKAN.

Apa-apa yang MENYELISIHINYA maka ia adalah KESESATAN, walaupun banyak orang menganggapnya suatu ‘kebaikan’

wallåhu a’lam.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s