Benarkah dirimu benar-benar mencintainya karenaNya?

Hendaknya orang yang mengatakan “aku mencintaimu karena Allåh” atau ia mengatakan “aku membencimu karena Allåh”, benar-benar mengetahui apa yang ia katakan, bahwa yang ia katakan tersebut benar-benar karena Allåh, dan sesuai dengan keridhåan Allåh, bukan atas landasan hawa nafsu belaka. wallåhu a’lam.


Kita berhusnuzhån bahwa orang tersebut telah memiliki ‘ilmu (yang shåhih) tentang Allåh.

ia mengetahui apa-apa yang dicintai Allåh,
ia pun mengetahui apa-apa yang dibenci Allåh.

Sehingga ia mencintai dan membenci sesuatu dengan mengembalikan kepada Allåh, bukan hawa nafsunya.

Sungguh perkataan yang dusta, jika ia tidak mengetahui apa-apa yang dicintai dan dibenci Allåh, tapi ia mengatakan kepada orang yang dicintai/dibencinya bahwa ia mencintai/membencinya karena Allåh..

wallåhul musta’aan.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s