Kalimat yang haq, Tapi Maksudnya BAATHIL

Semoga Allåh meridhåi Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thålib yang telah mengatakan suatu perkataan yang menjadi HUJJAH ahlul haq untuk membantah ahlul baathil, ia berkata: (كلمة حق اريد بها باطل) “Kalimat yang HAQ, tapi yang dimaksudkan BAATHIL”. maka siapasaja yang membawakan al-qur’an dan as-sunnah yang shåhih tanpa membawakan PEMAHAMAN YANG SHÅHIH, maka kalimat ini pantas ditujukan untuknya!



Jika ada yang mengatakan:

“Bukankah itu perkataan ‘Ali Rådhiyållåhu ‘anhu kepada kaum khåwarij?”

Maka kita jawab:

Memang perkataan tersebut di KHUSUSkan untuk khåwarij..

Tapi kita memakai qåidah umum:

“العبرة بعموم اللفظ
“لا بخصوص السبب

“Pengambilan dalil/hukum dengan keumuman lafazh bukan dengan kekhususan sebab”

Maka atsar diatas berlaku bagi siapa saja yang MENYIMPANGKAN pemahaman al-qur’an dan as-sunnah yang shåhih, dengan pemahaman AKAL/PERASAAN/HAWA NAFSUnya yang rusak.

Jika ada yang mengatakan:

“Lalu pemahaman mana yang disebut dengan pemahaman shåhih?”

Maka dijawab:

“Adapun pemahaman yang benar, seperti apa yang dikatakan akh Muhammad Ibråhim, yaitu pemahaman PARA SHÅHABAT.

Bukankah mereka adalah kaum yang diturunkan Al-Qur’an?

Bukankah mereka adalah kaum yang DIAJARKAN SECARA LANGSUNG oleh Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam dalam memahami al-qur’an dan al-hadits?

Bukankah mereka adalah kaum yang DILURUSKAN KESALAHANNYA ketika mereka SALAH MEMAHAMI al-qur’an dan al-hadits?

Bukankah mereka adalah kaum yang DIPERSAKSIKAN Råsulullåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam SECARA LANGSUNG amalan-amalannya?

Maka jika ingin MEMAHAMI agama ini, MERUJUKLAH KEPADA MEREKA, Jika ingin MENGAMALKAN agama ini, MERUJUKLAH KEPADA MEREKA.

Bukan kepada orang-orang setelah mereka yang menyelisihi pemahaman dan pengamalan mereka..

Ingatlah pula akan perkataan ibnu mas’ud rådhiyallåhu ‘anhu:

“Barangsiapa di antara kalian yang ingin mengambil sunnah, maka hendaklah ia mengambil sunnah dari mereka yang telah wafat, karena sesungguhnya orang yang masih hidup tidak akan aman dari fitnah.”

“Orang-orang yang telah wafat ini adalah para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka itu adalah generasi terbaik dari umat ini, generasi paling bersih hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit takallufnya (memberat-beratkan sesuatu).”

“Mereka adalah kaum yang telah dipilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menemani Nabi-Nya serta menegakkan agama-Nya.”

“Karena itu, pahami keutamaan dan kemuliaan mereka, ikuti mereka dalam setiap atsar mereka, berpegang teguhlah kepada akhlaq dan agama mereka semampu kalian, karena sesungguhnya mereka itu berada di atas petunjuk yang lurus.”

Wallåhu a’lam.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s