Ambillah sebuah nasehat, kemudian amalkanlah untuk dirimu!

Kita mengambil nasehat seseorang, kemudian kita amalkan, itu lebih baik, daripada SIBUK mengurusi “apakah si pemberi nasehat itu telah mengamalkan nasehatnya atau tidak?”


Orang yang sibuk dengan orang lain, tidak akan pernah akan menjadi orang yang baik.

Itulah mengapa kita selalu dituntut untuk berprasangka buruk kepada diri sendiri dan selalu berprasangka baik pada orang lain.

berprasangka buruk pada diri sendiri, dan berprasangka baik pada orang lain akan menghasilkan PERBAIKAN DIRI.

sedangkan berprasangka buruk pada orang lain, dan berprasangka baik pada diri sendiri akan menghasilkan KESOMBONGAN, yakni MENOLAK KEBENARAN, MEREMEHKAN ORANG LAIN, dan MENGANGGAP DIRINYA BENAR (dan akan selalu melakukan pembenaran).


“Apa peduliku dengannya…

Jika ia mengamalkan nasehatnya, maka ia orang beruntung. Jika ia tidak mengamalkannya maka ia orang yang paling jelek..

Tapi dengan memikirkan hal tersebut, dan AKU TIDAK BERBUAT APA-APA.. maka apa yang bisa kuperoleh?

Maka jika seperti itu, jadilah aku orang yang sibuk melihat orang lain, tapi melupakan diri sendiri..

Kulalaikan waktu yang sangat berharga dengan hanya memperhatikan orang lain..

Jikalau waktu yang kuhabiskan itu kugunakan untuk mengamalkan nasehat yang pernah ia berikan padaku, tentulah aku telah banyak melakukan amalan..

oh sungguh meruginya diriku..”

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s