Dakwahkanlah TAUHID terlebih dahulu!

Bagaimanakah bisa engkau mengharapkan ia meninggalkan maksiat (terlebih lagi bid’ah) yang dilakukannya sedangkan ia sendiri BELUM PAHAM atau SALAH PAHAM: (1) apa tujuan hidupnya, (2) apa makna dan konsekuensi syahadatain, (3) tidak tahu-menahu tentang tauhid, (4) tidak tahu menahu tentang sunnah (5) tidak tahu-menahu cara memahami agama ini dengan benar?!


Benarlah perkataan ummul mukminin ‘Aa-isyah Rådhiyallåhu Ta’ala ‘anha:

“Sesungguhnya yang pertama kali turun ialah surat dari surat-surat mufashal yang di dalamnya disebutkan perihal surga dan neraka, sehingga ketika manusia telah kembali/masuk Islam, maka turunlah surat yang menyebutkan tentang halal dan haram.

Sekiranya yang mula-mula turun ialah ayat yang berbunyai: “janganlah kamu minum khamer”, pasti mereka berkata: “kami tidak akan meninggalkan kebiasaan minum khamer selama-lamanya.”

Dan seandainya yang turun itu ayat yang berbunyi: jangan berzina, niscaya mereka menjawab: “kami tidak akan meninggalkan kebiasaan berzina selama-lamanya.”

(HR.Bukhari)

Maka jangan engkau heran, jika mereka menolak apa yang engkau sampaikan kepada mereka.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s