Benarkah engkau menyeru kepada Allåh?

Berapa banyak orang yang secara lahiriahnya seolah menyeru kepada Allåh (kebenaran), padahal sejatinya dia sedang mengajak kepada dirinya (mempopulerkan dirinya, mencari pujian, mencari banyak jama’ah, mendakwahkan kebathilannya dll.) Semoga Allåh melindungi kita dari sifat yang demikian, aamiin.

ciri khas pengikut Råsul sejati adalah dua:

1. Kemurnian mereka untuk mengajak kepada Allåh!

Bukan kepada dirinya, madzhab fiqh-nya, kelompoknya/partainya/golongan/jama’ah-nya.

Bukan juga atas landasan kepentingan, seperti: popularitas, harta, jabatan, kekuasaan, wanita, dll.

2. Dan isi dari seruan mereka kepada manusia, yakni seruan mereka untuk memurnikan ketaatan kepada Allåh!

– Bukannya seruan untuk menyekutukanNya,
– Bukan seruan untuk mengajak kepada ke-bida’ah-an yang dilarang RasulNya,
– Bukan seruan untuk bermaksiat kepadaNya,
– Bukan seruan mengajak kepada hal-hal yang melalaikan


Sebagaimana dijelaskan dalam firmanNya:

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِيۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ [ ١٢:١٠٨]

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku! aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah diatas Bashiråh (Ilmu dan Keyakinan), Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf: 108)

Tafsir ayat

Ibnu Tafsir menafsirkan ayat diatas:

(firman Allåh:

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي

Inilah Jalanku!
)

(Maknanya:) Alllåh berfirman kepada Råsulillåh shållallåhu ‘alaihi wa sallam, dengan menyuruhnya agar memberitahukan kepada manusia dan jin (seluruhnya), bahwa inilah jalannya.

(firman Allåh:

أَدْعُو إِلَى اللَّهِ

Aku menyerukan/mengajak (kamu) kepada Allåh!
)

(Makananya) Yakni jalan, jalur dan sunnahnya; dalam menyeru kepada persaksian bahwa tiada ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Allåh Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya.

(Firman Allåh:

عَلَىٰ بَصِيرَةٍ

diatas bashirah!
)

(Maknanya Yakni:) Dia menyerukan itu dengan bertumpu kepada (bashirah. yang bermakna:) DALIL, KEYAKINAN dan ARGUMENTASI.

(Firman Allåh:

أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

aku dan orang yang mengikutiku
)

(Maknanya yakni) “(Maka) Setiap orang yang mengikuti Råsulullåh menyeru pula kepada apa yang diserukan Råsul mereka. (Dengan mereka menyeru) diatas HUJJAH, KEYAKINAN, dan DALIL yang bersifat NAQLI dan AQLI.”

Firman Allåh:

وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا

“Maha suci Allåh”

(Maknanya) Yakni Allåh itu Maha Suci, Maha Agung, lagi Maha Besar dari keadaan-Nya memiliki sekutu, atau tandingan, atau anak, atau ayah, atau istri, atau penasihat. Maha Suci, Maha TInggi, dan Maha Bersih Allåh dari semua itu.

Dinukil dari: Ringkasan Tafsiir Ibnu Katsir
link: http://books.google.com/books?id=PCUOxtH6AfgC&pg=PA890&dq=!+aku+dan+orang-orang+yang+mengikutiku+mengajak+ibnu+katsir&ei=_uOFS43OBI7YkQSqy63dDQ&client=firefox-a&cd=1#v=onepage&q=&f=false

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s