Jangan marah, dan Jangan putus asa!

Jangan marah dengan perlakuan orang-orang yang belum sampai ilmu tentang suatu kemungkaran, karena ia bertindak demikian hanya karena ia tidak tahu; dan jangan berputus asa dengan perlakuan para pengikut hawa nafsu yang lebih memilih hawa nafsunya setelah jelas baginya kebenaran, karena masih banyak disana orang yang menginginkan kebenaran.


Menanamkan ini dalam diri kita akan menimbulkan kasih sayang kita kepada orang-orang yang belum sampai ilmu kepadanya, untuk lebih bersemangat memberi tahu apa yang belum ia ketahui, dan untuk lebih bersemangat memahamkan apa yang ia salah paham.

Menanamkan ini dalam diri kita pula, tidak akan menjadikan kita berputus asa terhadap para pengikut hawa nafsu yang selalu menyakiti ahlul haq dengan perkataan-perkataan baathilnya.

– Karena kita tahu; waktu kita LEBIH BERHARGA daripada terus-terusan duduk bersama ahlul hawa yang lebih mencintai hawa nafsunya daripada kebenaran. … See More

– Dan kita tahu; bahwa waktu kita lebih pantas untuk kita gunakan untuk MENUNTUT ILMU dan MENGAMALKAN ILMU untuk diri kita, dan MENGAJARKAN ILMU kepada keluarga, dan orang lain, yang lebih menginginkan kebenaran dari mereka (ahlul hawa) ini.


Hal ini bukanlah mengikis kecemburuan kita terhadap agama kita, bukan untuk diam kepada kemungkaran…

Karena kalau kita mendapati kemungkaran, maka hendaknya kita meluruskan dengan menjelaskan kemungkaran tersebut DENGAN ‘ILMU dan menjelaskannya dengan terang dan jelas sehingga menjadikan pelakunya paham akan kemungkaran yang ia lakukan.

Yang penting ia paham. Setelah ia paham maka dilihat:

– Jika ia tetap dalam kemungkarannya dan memilih hawa nafsunya, maka ialah pengikut hawa nafsu. Kita tidak diberi tanggung jawab oleh Allåh untuk mengurus orang seperti ini. Tugas kita hanyalah menyampaikan DENGAN JELAS dan TERANG.

– Jika ia ruju’ kepada kebenaran, maka itulah yang diinginkan.

Kita toh menyampaikan bukan untuk menginginkan upah, BUKAN UNTUK DIIKUTI. tapi untuk mengharap pahala dari Allåh subhanahu wa ta’ala. Diikuti atau tidak, bukanlah tujuan kita.

Maka, BEKALILAH diri kita dengan ILMU dan IKHLASH ketika hendak meluruskan kemungkaran.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s