Kesalahan dalam berprinsip dalam berdakwah

Kesalahan kebanyakan dari kita ketika menyampaikan kebenaran adalah berprinsip “Yang penting orang-orang mengikuti kebenaran“, sehingga jadinya ia akan BERPUTUS ASA ketika tidak ada seorang pun yang mengikutinya, dan ia akan menjadi UJUB ketika banyak yang mengikutinya. Ubahlah prinsip seperti ini! Berprinsiplah “Yang penting orang-orang MENGENAL dan MEMAHAMI kebenaran“, dan kita mendoakan hidayah kepadanya semoga ia mengikuti kebenaran.


Tapi perlu diketahui jangan sampai kita mengatakan:

“ah aku hanya menyampaikan saja, aku tidak peduli pada dirimu”

Sekarang kita tanyakan,

“Dapatkah engkau mengatakan hal yang sama pada orang tuamu yang masih jauh dari hidayah? atau saudaramu? atau istrimu? atau teman dekatmu? atau bahkan DIRIMU SENDIRI!”

Jika engkau katakan “tidak”, kenapa pada saudara seaqidahmu engkau tidak menginginkan hidayah kepadanya?

Disisi lain, jangan sampai, hanya karena kita menginginkan hidayah kepada seseorang, menjadikan kita tidak ridhå dengan ketetapan Allåh, sehingga akhirnya kita berputus asa.

atau jangan sampai, kita membiarkan kemungkaran karena yang melakukannya adlaah orang terdekat kita; tapi kita begitu memberantas kemungkaran jika yang melakukannya selain keluarga kita.

Tiga hal diatas bukanlah cara-cara yang dipraktekkan Råsulullåh shållallåhu ‘alayhi wa sallam:

kita harus menyeimbangkan beberapa hal:

1. Kita harus memiliki kecemburuan terhadap agama ini, tidak suka kepada kemungkaran (SIAPAPUN yang melakukannya), dan suka kepada kebaikan (SIAPAPUN yang melakukannya)

2. Kita tidak menyamakan orang yang sedikit salahnya dan banyak benarnya, dengan orang yang banyak salahnya dan sedikit benarnya.

Kita juga tidak menyamakan orang yang memusuhi kebenaran karena kebodohan, dan orang yang memusuhi kebenaran setelah ia mengetahuinya dan membencinya karena hawa nafsunya yang rusak.

3. Tugas kita hanya menyampaikan DENGAN TERANG dan JELAS (tentunya hal ini memerlukan BEKAL ILMU); dan kita menyerahkan taufiq hanya kepada Allåh, karena itu merupakan hakNya dan setiap hati manusia Ia-lah yang membolak-balikkannya

4. Kita menginginkan hidayah kepada orang yang kita sampaikan kebenaran, sebagai bukti kasih sayang kita kepada saudara seaqidah kita. bahkan kita menginginkan orang kafir agar masuk islam sehingga ia bisa selamat dari kekekalan api nereka (dengan tetap memperhatikan point pertama dan kedua).

Semoga bermanfa’at.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under dakwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s