Nasehat untuk penanya dan penjawab

Hati-hatilah wahai para penanya, janganlah kalian bertanya KECUALI PADA AHLINYA. dan hati-hatilah para penjawab pertanyaan, janganlah kalian menjawab pertanyaan, KECUALI DENGAN ‘ILMU (dan pemahaman) YANG SHAHIH!! Selamatkanlah diri kalian, sebelum kalian menyelamatkan orang lain!! Hanya orang yang takut kepada Allåh yang tidak lalai akan tipuan ini!


Nasehat untuk penanya

– Banyak kita melihat orang BERTANYA suatu pertanyaan dengan terburu-buru tanpa memikirkan SIAPA YANG HENDAK IA TANYAI.

Jika engkau kesulitan, maka bersabarlah, dan mintalah kepada orang-orang disekitarmu agar mereka dapat menuntunmu untuk bertanya kepada AHLINYA.

Jangan gegabah dalam bertanya! jika memang engkau menanyakan kepada yang bukan ahlinya, janganlah langsung engkau telan apa yang ia sampaikan. tanyakanlah kembali kepada ahlinya!

Nasehat untuk penjawab

– Banyak pula kita melihat orang MENJAWAB PERTANYAAN dengan terburu-buru, tanpa memperdulikan dirinya apakah ia telah memiliki ‘ILMU atas apa yang ia jawab! bahkan kita melihat ada yang TAKALLUF dengan memberatkan dirinya untuk mencari jawaban HANYA UNTUK MEMUASKAN PENANYA atau mungkin ia takut dibilang bodoh jika ia mengatakan ‘aku tidak tahu’?!

* Jika tidak tahu, maka katakanlah tidak tahu. JANGANLAH ENGKAU MENYESATKAN ORANG LAIN DENGAN KEBODOHANMU!

* Jika tahu, tapi belum memiliki ilmu yang cukup, hendaklah diam dan membiarkan orang yang lebih ahli untuk menjawab. JANGANLAH ENGKAU MEMBINGUNGKAN ORANG DENGAN KERAGU-RAGUANMU!

* Jika tahu, paham dan menguasai apa yang ditanyakan, jawablah. JANGANLAH ENGKAU MENYEMBUNYIKAN ILMUMU!

Renungan untuk penannya dan penjawab

Orang yang bertanya dan orang yang menjawab bagaikan orang yang hendak meminta obat dan orang yang memberi obat.

– Pantaskah kita meminta obat bukan pada ahlinya?
– Pantaskah kita memberikan obat yang tidak kita ketahui kepada orang lain?

Pikirkanlah!

Hendaknya engkau memperhatikan kesehatan hatimu, sebagaimana engkau memperhatikan kesehatan jasadmu (terkecuali jika engkau memang orang yang tidak peduli pada keduanya atau salah satunya; allåhul musta’aan).

Jika dalam perkara jasadmu engkau begitu berhati-hati dalam melangkah, maka seharusnya engkau dapat berlaku demikian dalam perkara hatimu.

Hendaknya kita pun memiliki kesadaran, sungguh membantu seseorang itu adalah kemuliaan. tapi bukanlah membantunya jika kita tidak menuntunnya ke jalan yang benar DENGAN CARA YANG BENAR. ini malah MEMBINASAKANNYA.

Kasihanilah dirimu dan saudaramu.

Semoga kita senantiasa TAKUT KEPADA ALLAH dengan bersikap wara ketika mengajukan bertanya (dengan memperhatikan kepada siapa kita bertanya) dan menjawab pertanyaan (dengan memperhatikan ilmu kita).

Aamiin

Tinggalkan komentar

Filed under Adab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s