Cinta yang benar

Kecintaan yang benar dilihat dari pembuktian seorang yang mengklaim mencinta terhadap dari orang yang dicintainya. Jauh-jauh sebelum itu, patutlah kita melihat seberapa jauh ia mengenal orang yang dicintainya tersebut. Karena Tidaklah seseorang dikatakan mencintai seseorang sedangkan ia tidak mengenal orang yang dicintainya.


Bagaimana mungkin ia dapat mencintainya sedangkan ia tidak tahu menahu tentang orang yang dicintainya? sungguh ini adalah kedustaan!! karena jika ia tidak tahu menahu orang yang dicintainya, bagaimana bisa ia mencintainya?!

Jika ia mengenalnya, sudahka ia mengetahui apa-apa yang dicintai orang yang ia cintai?

Jika tidak, lantas bagaimana mungkin ia akan mewujudkan cintanya jika ia tidak mengetahui (atau tidak berusaha untuk mengetahui) apa-apa yang dicintai orang yang ia cintai?! Karena hanya dengan mengetahui apa yang dicintai orang yang ia cintai terebut, maka ia akan menggunakan hal tersebut untuk mendekatkan dirinya pada orang tersebut. Inilah jalan jika ia menginginkan balasan cinta atas orang yang dicintainya tersebut!

Jika ia mengatakan “aku tidak berharap balasan cinta darinya”. Maka kita katakan: Cintamu itu cinta orang yang putus asa; cinta buta; cinta orang yang tidak mengerti cinta. Sadarlah dari kebodohanmu, karena itu akan membuatmu sengsara seumur hidupmu.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s