Nasehat (al-faqiir) kepada dirinya dan para ‘delegasi’ Islam

Muqaddimah

Berapa sering kita melihat kebenaran dilecehkan ahlul hawa dengan perkataan-perkataan: “baru ngaji kemaren sore sudah berlagak”; “belum bisa bahasa arab sudah belagak”; “benerin dulu tuh bacaan qur’an sebelum benerin orang lain!” Allahul musta’aan.

Berikut beberapa wasiat yang penulis wasiatkan kepada dirinya dan yang membacanya:

1. Perbaikilah akhlakmu

Yakni

– akhlak kepada Allah dan RasulNya,
– akhlak kepada orang tua kita,
– akhlak kepada guru kita,
– akhlak kepada diri kita sendiri,
– akhlak kepada keluarga kita,
– akhlak kepada orang-orang dibawah tanggung jawab kita,
– akhlak kepada tetangga kita,
– akhlak kita kepada orang sekitar kita.
– dan kepada kaum muslimin secara umumnya.

Wahai saudaraku.. Dakwah yang engkau emban itu sudah berat, janganlah engkau perberat lagi dengan akhlak burukmu. Allahul musta’aan

Silahkan baca: Kitab Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu karya ustadz yazid bin ‘abdil qadir jawwas, download kajiannya disini:

1. Sesi Materi

http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Yazid%20Jawas/Adab%20dan%20Akhlak%20Penuntut%20Ilmu%20%28Revisi%29

2. Sesi TJ

http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Yazid%20Jawas/Adab%20dan%20Akhlak%20Penuntut%20Ilmu%20%28Revisi%29

Kajian tersebut telah direvisi sesuai dengan permintaan al-Ustadz Yazid bin ‘Abdil Qadir Jawwas Hafizhahullahu Ta’ala

Semoga bermanfa’at

2. Pentingnya berilmu sebelum beramal dan berdakwah

Hendaknya kita juga harus membekali dengan ilmu yang cukup, gunakanlah ilmu itu UNTUK DIRI KITA terlebih dahulu. maukah kita seperti lilin yang hanya ingin menerangi orang lain tapi membinasakan diri sendiri?

tuntutlah ilmu untuk memperbaiki diri, menghilangkan kebodohan dalam diri. NIATKAN UNTUK BERAMAL! fitnah itu muncul ketika seseorang menuntut ilmu bukan untuk ia amalkan.

hendaknya ia memperhatikan adab-adab dalam mendakwahi orang. ia melihat siapa yang ia akan dakwahi.

– Jika kepada orang yang lebih tua darinya, HENDAKNYA IA SOPAN dan TIDAK BERKESAN MENGGURUI.

– Jika kepada orang yang lebih muda darinya, HENDAKNYA IA BERDAKWAH DENGAN PENUH KECINTAAN.

– Jika kepada orang yang lebih dahulu hijrah darinya HENDAKNYA IA MERENDAH dan TIDAK SOK ALIM.

– Jika kepada orang awwam HENDAKNYA IA BANYAK MEMBERI UDZUR dan TIDAK CEPAT MARAH.

– Jika kepada orang-orang yang terkena syubhat, HENDAKNYA IA MENJAWAB SYUBHAT dan MEMBANTAHNYA DENGAN TERANG DAN JELAS; JUGA DENGAN BAIK DAN HIKMAH!

– Jika kepada da’i-da’i ahlul bid’ah HENDAKNYA DIA TETAP MENJAGA ADAB dan TAHU DIRI lah. ingatlah dimata ahlul bid’ah dirimu hanyalah anak kemarin sore, janganlah engkau bersifat menggurui. terlebih laig yang engkau hadapi adalah PEMBESARNYA.

Silahkan engkau melihat video kajian ustadz abdulhakim bin amir abdat hafizhahullah yang berjudul: “Pentingnya ilmu sebelum beramal” dan “kewajiban menuntut ilmu”

3. pentingnya mempelajari TAHSIN/TAJWID dan wajibnya mempelajari BAHASA ARAB (bagi penuntut ilmu)

Bagaimana mungkin ia akan menyampaikan hujjah tapi bacaan qur’anya sangatlah jelek.

Bagaimana mungkin ia akan membawakan ayat tapi hafalannya tidak ada!?

Bagaimana mungkin ia akan berjidal dengan ahlul bid’ah dan ahlul bid’ah menantangnya dengan menggunakan kitab bahasa arab GUNDUL (-bukan gondrong hehe-) !?

Apa yang akan ia lakukan?!

4. Memiliki ADAB DALAM MENYAMPAIKAN.

Nasehat ini bukanlah untuk menghalangi niatmu dalam berdakwah. Tapi ketahuilah engkau berdakwah HARUS DENGAN ILMU! Engkau mendakwahkan sesuatu yang engkau KETAHUI, PAHAMI dan KUASAI. Ini tidak harus seluruh perkara. jika ada SATU SAJA PERMASALAHAN yang engkau ketahui, pahami dan kuasai. SAMPAIKANLAH. Maka engkau DIAM pada perkara yang tidak engkau ketahui, pahami dan kuasai, dan engkau BERBICARA pada perkara yang engkau ketahui, pahami dan kuasai. Jika engkau tidak mengetahui apa-apa atau belum paham dengan benar atau belum menguasai SATU MASALAH PUN… MAKA TUTUP MULUTMU dan BELAJARLAH!

Dan ingatlah, jika engkau berhadapan dengan orang-orang yang ilmunya lebih rendah ilmunya darimu. JANGANLAH ENGKAU MEREMEHKANNYA, hargailah ia, berikan ia waktu untuk memberikan hujjahnya, barulah engkau diskusi untuk menjawab pendapatnya.

Jika engkau berhadapan dengan orang-orang yang lebih TINGGI ilmunya darimu. HENDAKNYA ENGKAU TAHU DIRI. JUJURLAH PADA DIRIMU.

Jika engkau belum bisa baca qur’an. JANGANLAH MALU PADA KENYATAAN.

Jika engkau belum bisa berbahasa arab JANGANLAH MALU PADA KENYATAAN.

Maka jauhkanlah dirimu dari ahlul bid’ah yang lebih tinggi ilmunya darimu. karena KEBENARAN BISA DILECEHKAN hanya karena keberadaan engkau!!

Kesimpulan

Sebaik-baiknya dakwah adalah dakwah kepada diri sendiri dan keluarga. karena disana engkau menjadi PEMIMPIN. itulah yang engkau intensifkan. Merekalah kewajiban pertamamu.

Jangan sampai engkau mendahulukan yang fardhu kifayah diatas yang fardhu ‘ain.

Jangan sampai engkau mendahulukan yang jauh diatas yang dekat.

Merekalah yang lebih berhak mendengar dakwahmu sebelum orang lain. Barulah setelah mereka, engkau menyampaikan dakwahmu kepada orang lain. Ini bukanlah ketetapan mutlak; jika engkau kesulitan dengan mereka dalam menyampaikan, jangan sampai engkau diam kepada orang-orang terdekatmu hanya karena menunggu-nunggu keluargamu. saja)

Semoga nasehat ini bermanfa’at bagi ana dan yang membacanya; khususnya yang mendelegasikan dirinya ATAS NAMA ISLAM. Ingatlah Islam itu MULIA. Maka pastikanlah engkau benar-benar MEMBAWA KEMULIAAN bukan malah mendatangkan KEHINAAN. Islam berlepas diri dari kehinaan para penganutnya.

Semoga bermanfa’at.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s