Ujian itu tidaklah seberapa dengan Nikmat-NikmatNya!

Jika kita ditimpa ujian, cobaan, dan musibah; maka ingatlah NIKMAT Allah DENGAN KHUSYU’. Niscaya itu akan menghapus kesedihan kita. Karena dibanding cobaan/ujian/musibah yang ia ujikan kepada kita; ketahuilah itu TIDAK ADA BANDINGANNYA dengan NIKMAT yang telah Ia berikan kepada kita. Pantaskah kita melupakan nikmat-nikmatNya? Hanya karena satu ujian yang kecil?



Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

(al-Baqarah 243) dan (ghaafir: 61)

Ibnu katsir Rahimahullah menafsirkan ayat diatas:

Artinya mereka tidak bersyukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah subhanahu wa ta’ala kepada mereka, baik nikmat AGAMA (nikmat ISLAM, IMAN dan SUNNAH -abu zuhriy) dan nikmat DUNIA (nikmat HIDUP, SEHAT, REZEKI dll. -abu zuhriy)

Allåh subhanahu wa ta’ala berkata:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ . أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan dzikrullaah (mengingat Allah). Ingatlah, hanya dengan dzikrullah(mengingati Allah)-lah hati menjadi tenteram (ar-Ra’d: 28)

Ibnu Katsir Rahimahullah menafsirkan ayat diatas:

Hati itu menjadi tentram dengan mengingat Allah dan cenderung kepada sisi Allah, ridha ketika mengingatNya, (serta) ridha kepada Allah sebagai Pelindung dan Penolong. Maka itu Dia berfirman, “Ingatlah, hanya dengan dzikrullah(mengingati Allah)-lah hati menjadi tenteram”; Yakni terwujudlah ketentraman dengan berdzikir.

Apa makna dzikir?

Makna dzikir secara khusus

Yang kita ketahui tentang makna dzikir selama ini hanyalah makna dzikir secara khusus, seperti yang didefinisikan oleh dua ‘Ulama berikut:

al-Imam an-Nawawiy berkata:

(Dzikir adalah) Menyebut Allah dengan membaca tasbih (subhanallah), membaca tahlil (laa ilaaha illallah), membaca tahmiyd (alhamdulillah), membaca taqdies (quddusun), membaca takbir (allahu akbar), membaca hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billah), membaca hasbalah (hasbiyallah), membaca basmalah (bismillahirrahmanirrahim), membaca Al-Quranul Kariim dan membaca doa-doa yang matsur, yaitu doa-doa yang sesuai sunnah nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam

al-Haafizh Ibnu Hajar memerincinya dengan berkata:

Dzikir itu ialah segala lafazh (ucapan) yang disukai para umat membacanya dan membanyakkan membacanya UNTUK DAPAT MENGHASILKAN AGAR KITA MENGINGAT ALLAH, seperti lafazh-lafazh Al-Baqiyyatu shalihaah, yaitu : subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.

Tahukah kita makna dzikir secara umum?

Menurut Sa’id Ibn Jubair, hakekat dari dzikir adalah ketaatan seorang hamba kepada Allah , sehinga barang siapa yang taat kepada Allah, maka ia telah berdzikir, begitu pula apabila sebaliknya.

Seperti yang juga dikatakan al-haafizh ibnu Hajar:

Juga dinamai dzikir (dipandang berdzikir), mengerjakan segala tugas agama yang diwajibkan Allah dan menjauhi segala larangan yang diperintahkan-Nya hamba supaya menjauhinya. Karena itu membaca Al-Quran, membaca hadist, mempelajari ilmu-ilmu agama, melaksanakan sholat tathawu, dinamakan juga dzikir.

al-Imaam an-Nawawiy juga mendefinisikannya secara umum dengan berkata:

Dzikir adalah ingat kepada Allah dalam berbagai macam keadaan. Sehingga kita tidak saja ingat kepada Allah dikala sempit, namun dikala lapang juga tetap mengingat Allah.

**dinukil dari berbagai sumber**

Semoga bermanfa’at

Tinggalkan komentar

Filed under Dzikir, Ibadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s