Teruntuk: Haddadiyyah dan Takfiriyyah

Kita tanyakan pada orang yang terbutakan dengan SEMANGAT BUTA; apakah SEORAMG MUSLIM yang menjadi pelaku bid’ah/pelaku kekufuran yang melakukan kebid’ahan/kekufuran atas dasar kebodohan atau karena syubhat atau karena salah paham atau bahkan karena keterpaksaan atau bahkan ia telah ruju’ (tapi kita tidak tahu); PANTAS DISAMAKAN dengan orang-orang yang melakukan kebid’ahan/kekufuran setelah TEGAK HUJJAH diatasnya, tidak mau bertaubat, dan ia tetap sombong dan tetap mengikuti hawa nafsunya?!


Inilah MANHAJ TAKFIRIYYAH dan HADDADIYYAH yang harus diTASHFIYYAH dari manhaj salaf. Karena banyak kita lihat orang-orang yang merusak manhaj salaf disebabkan kebodohannya akan hal ini. Ia vonis saudaranya seenak jidatnya, dengan vonis yang besar (vonis ahlul bid’ah), atau bahkan sampai mengeluarkan saudaranya dari DIIN yang mulia ini! Ia praktekkan muamalah yang tidak harusnya ia praktekkan kepada saudaranya. Bahkan saudaranya yang sudah JELAS-JELAS berdiri diatas ISLAM ‘ala fahmi salaf, juga dibabat olehnya. Allåhul musta’aan.

Banyak kita melihat sebagian pelajar tidak mengetahui

“Kapankah seseorang disebut AHLI BID’AH/KAFIR?”

Sehingga ia SECARA SERAMPANGAN menempelkan status ini kepada orang yang tidak berhak menyandangnya. Sedikit saja seorang haddadiy (yang terkena pemahaman haddadiyyah) mendapati saudaranya berbuat bid’ah, maka langsunglah disematkannya status ahlul bid’ah, kepada orang yang melakukannya bagaikan ia seorang MUFTI BESAR. Demikiannya para pengkafir, sedikit saja ia dapati ada yang melakukan kekufuran, dengan serta merta ia memvonis kafir pada pelaku tersebut! Allåhul musta’aan.

Padahal tidak semua orang yang berbuat bid’ah* itu mengharuskan ia menjadi MUBTADI’ atau AHLUL BID’AH, sebagaimana tidak setiap muslim yang berbuat kekufuran* mengharuskan ia menjadi seorang yang KAFIR.

[* Tentunya perbuatan bid’ah dan perbuatan kufur yang dimaksudkan disini adalah perbuatan bid’ah/kufur yang belum masyhur, yang tidak dikenal secara meluas dikalangan kaum muslimin, yang benar-benar terdapat celah yang luas bagi seseorang sehingga ia jatuh kedalam kesalahpahaman atau kerancuan. Adapun perbuatan kufur yang telah jelas dan diketahui [telah masyhur] kekufurannya oleh kaum muslimin, seperti menginjak al-qur’an, dll. maka ini telah jelas kekufuran untuknya! Yang tidak mengharuskannya untuk tegak hujjah terlebih dahulu. Adapun masalah perbuatan bid’ah, para ‘ulama berbeda pendapat, Imam asy-Syafi’i berpendapat apapun perbuatan bid’ah [masyhur maupun tidak] maka pelakunya diharuskan tertegak hujjah! Sedangkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berpendapat bahwa perbuatan bid’ah yang masyhur tidak memerlukan lagi baginya untuk ditegakkan hujjah karena dengan sendirinya ia telah menjadi ahlul bid’ah.]

Karena vonis itu tidak jatuh, melainkan kepada orang yang HUJJAH TELAH TEGAK diatasnya (ia tahu dan paham akan kebenaran serta ia tahu dan paham akan kesesatannya) SERTA HILANGNYA FAKTOR PENGHALANG pada orang tersebut, seperti kebodohan, salahpaham, kerancuan, keterpaksaan dll.

dan YANG MENEGAKKAN HUJJAH adalah ULAMA (atau orang yang MANTAP ilmunya, yang dapat menjawab dan membantah seluruh syubhat dengan TERANG dan jelas), dan YANG MEMVONIS adalah ULAMA!!!

Karena kebodohannya akan hal ini, ia menerapkan muamalah kepada saudaranya yang bukan ahlul bid’ah dengan muamalah yang harusnya diterapkannya kepada ahlul bid’ah. ia membawakan perkataan-perkataan ulama terdahulu tentang sikapnya ini, tapi ia tidak mempelajari kepada siapakah ulama tersebut mempraktekkan sikap tersebut, apakah kepada setiap pelaku bid’ah? maka kita tanyakan kepadanya:

Apakah pelaku bid’ah yang melakukan kebid’ahan atas dasar kebodohan atau karena syubhat atau karena salah paham atau bahkan karena keterpaksaan atau bahkan ia telah ruju’ (tapi kita tidak tahu);

PANTAS DISAMAKAN dengan

AHLI BID’AH yang melakukan kebid’ahan setelah TEGAK HUJJAH diatasnya, dan ia tetap sombong dan tetap mengikuti hawa nafsunya?!

Semoga Allåh memberikan kita TAMBAHAN ILMU dan tetap menetapkan semangat kita.

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s