Perbedaan orang beriman dan orang munafiq

Orang beriman, iman dan ilmunya diamalkannya dengan HATI (yang jujur), LISAN (yang benar dan jujur) dan AMALNYA (yang benar). Sedangkan orang munafik iman dan ilmunya hanya berada pada LISANNYA, tapi HATI dan AMALnya mendustakan apa yang ia katakan. Penyakit nifaq ini bisa menimpa siapasaja, hendaknya kita mewaspadainya!

Perlu dicatat, munafiq itu:

1. Mengakunya beriman, tapi hatinya KAFIR. dan ia tidak MENGAMALKAN imannya;

2. Jika ia mengamalkannya maka dia mengamalkannya dengan RIYA (HANYA UNTUK MANUSIA,

– Agar ia dilihat beriman sehingga dia tetap mendapatkan hak-haknya sebagai seorang muslim

– Atau agar ia dilihat berilmu, agar ia dipuji manusia)

3. Maka Allåh menampakkan kemunafikan orang munafik dengan amal-amalnya. namun kita tidak boleh SEMBARANGAN memvonis orang dengan vonis munafik. karena ini berarti kita mengkafirkannya. diperlukan kaedah-kaedah untuk pengkafiran.

4. Orang yang memiliki sifat nifaq tidak mengharuskan dirinya menjadi munafiq selama tidak ada KEKAFIRAN dalam hatinya, dan/atau tidak ada KEKAFIRAN yang jelas pada amalnya.

5. Orang yang memiliki sifat nifaq dan memiliki keimanan, dialah orang yang fasiq.

Semoga Allåh menyelamatkan kita dari sifat nifaq dan meneguhkan keimanan kita dengan memudahkan kita untuk mengamalkannya.

Aamiin.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s