Tentang pertemanan di facebook

Jika kalian meng-add aku dengan tujuan saling nasehat-menasehati dan berbagi ilmu diatas kebenaran dan untuk MENCARI dan RUJU’ diatas kebenaran, maka ahlan wa sahlan! semoga Allah merahmati kalian semua, semoga aku dapat mengambil kebaikan-kebaikan kalian, dan semoga aku dapat memberikan sedikit kebaikan kepada kalian. Tapi jika kalian bertujuan untuk berdebat, DAN MENYEBARKAN SYUBHAT dan PEMIKIRAN SESAT kallian, atau untuk BERDEBAT KUSIR di facebook-ku ini, maka kalian telah SALAH TEMPAT, pergilah ke tempat lain, dan silahkan DELETE aku sekarang juga. atau jika aku dapati orang yang demikian, maka dengan tanpa mengurangi rasa hormat, ku hapus kalian dari facebook-ku dan ku block kalian.

Waktuku sangatlah berharga daripada untuk menghabiskan waktu dalam hal-hal yang demikian.

BAGI YANG SUGGEST FRIENDS, mohon usulkan teman kepadaku TEMAN YANG MEMILIKI kecondongan kepada kebenaran, atau paling tidak orang yang TIDAK MENYEBARKAN kesesatannya, atau paling tidak orang yang TIDAK SUKA BERDEBAT, mulai saat ini, aku tidak akan mengadd suggest friends kecuali kalian telah memberikan informasi kepadaku siapa yang kalian akan SUGGETS kepadaku. ‘Afwan ini semua untuk agamaku. keselamatan dirku lebih kupedulikan sebelum mempedulikan kesalamatan orang lain.

Untuk yang berbuat kejelekan kepadaku… maka mohon dengarkanlah:

Jika memang diriku berada diatas kekeliruan, maka LURUSKANLAH (baik secara terang-terangan maupun tersembunyi) DENGAN HUJJAH. Ilmu yang berdasarkan al-qur’an, as-sunnah yang shahih, sesuai pemahaman salafush shalih.

Syaikh al-Albaniy berkata:

“Aku menasehatkan bagi orang yang ingin membantahku -atau selainku-, atau menjelaskan ketergelinciranku, hendaknya bantahan tersebut TULUS MURNI untuk TUJUAN NASEHAT, bukan HASAD dan KEBENCIAN yang menghancurkan agama”

Beliau juga berkata:

“aku banyak dizhalimi oleh orang-orang yang mengaku ‘berilmu’, bahkan sebagian mereka dianggap ‘bermanhaj salaf’ seperti kami. Namun -kalau memang (benar) demikian [bahwa ia bermanhaj salaf seperti kami -abu zuhriy]-, berarti dia termasuk orang yang hatinya terjangkit penyakit hasad atau dengki.”

Mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung.

Jazaakumullåh khåyrån.

Abu Zuhriy Rikiy Dzulkifliy

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s