5 Sifat Yang Hendak Kita Miliki

Ada beberapa sifat dalam menuntut-menyampaikan ilmu yang dilupakan banyak orang (khususnya penuntut ilmu):

(1) Keikhlashan,
(2) Kejujuran,
(3) Wara’,
(4) Tawadhu’,
dan (5) Malu.

Hendaknya kita memilikinya dan menanamkan dalam diri kita ketika kita hendak menuntut ilmu, dan/atau ketika kita menyampaikan ilmu.

(Hal ini tidak membatasi 5 ini saja, hanya saja yang diangkat disini hanya lima point diatas)


(1) Keikhlashan

Inilah dasar dari segala kerusakan dalam menuntut ilmu, jika ia tidak ada, maka pastilah seluruh aktifitasnya dalam menuntut ilmu mendatangkan kerusakan.

Orang yang kehilangan keikhlashan dalam menuntut/menyampaikan ilmu, maka dirinya akan menyesuaikan dengan ‘sunnah masyarakat’ (mencocok-cocok-kan dengan kemauan masyarakat) dirinya pula akan mencari POPULARITAS dengan ilmunya, ia pun akan MENCARI KEKUASAAN dengan ilmunya, ia pun akan MENCARI HARTA (dengan jalan yang baathil) dengan ilmunya.

Maka alangkah pentingnya kita SENANTIASA meluruskan niat kita dalam menuntut ilmu

(2) Kejujuran

Ketidak-jujuran seseorang bermula ketika dirinya ingin dipandang dengan ilmunya. sehingga ia menampakkan pada orang-orang sesuatu yang pada hakekatnya “BUKAN DIRINYA”.

Ia tampakkan bahwa dirinya ‘berilmu’, tapi sungguh DIA BODOH, dan jauh dari ilmu.

Sungguh ia telah menipu dirinya sendiri, dan kaum muslimin, tapi ia tidak dapat menipu ALLÅH!

Hendaknya kita jujur dengan apa yang kita miliki. jika kita memiliki ilmu sedikit, maka jujurlah dengan itu, insya Allåh, Allåh akan menambahkan ilmu kepada kita disebabkan akhlak kita yang mulia ini -yaitu dengan memiliki sifat jujur-

Salah satu mengaplikasikan sifat jujur ini adalah BERKATA ‘AKU TIDAK TAHU’ ketika dirimu ditanya sesuatu yang TIDAK ENGKAU KETAHUI, dan/atau TIDAK ENGKAU PAHAMI dengan kemantapan.

(3) Wara’

Inipun banyak terlalaikan banyak thullab (para penuntut ilmu). ilmu-ilmu yang telah mereka pelajari seakan-akan tidak berbekas dihati-hati mereka. mereka alangkah mudahnya berkata dan berbuat TANPA TIMBANGAN ILMU, TANPA TIMBANGAN KEJUJURAN DIRI.

Padahal ia telah mempelajari HARAMNYA BICARA TANPA ILMU, padahal ia telah mempelajari MENGATAKAN AKU TIDAK TAHU adalah separuh dari ilmu. lantas kenapa ketika DATANG WAKTUNYA untuk mengamalkan dua ilmu diatas ia tidak lantas mengamalkannya?

Ada dua kemungkinan; ilmu tersebut TIDAK MELEWATI KERONGKONGANNYA, atau dia adlaah orang-orang yang LALAI. orang yang ilmunya tidka melewati kerongkongannya disebabkan RUSAKnya NIATnya dalam menuntut ilmu. sedangkan orang yang LALAI dengan ilmu-ilmunya dikarenakan karena JAUHNYA dirinya dengan Rabbnya. karena ia lalai mengingatNya, maka Ia tidak menjaganya, sehingga betapa mudahnya ia jatuh kepada kesalahan, bahkan jatuh kepada kesalahan yang ia telah ilmui.

(4) Tawadhu’

Orang yang tidak tawadhu’ dengan ilmunya pastilah ia akan jatuh pada sifat sombong. dan orang sombong ada tiga; membangga-banggakan, menolak kebenaran, dan meremehkan manusia.

Ia banggakan ILMUNYA YANG SEDIKIT, ia menolak kebenaran karena menyangka kebenaran sudah ada pada dirinya, dan ia meremehkan manusia karena ia merasa dirinya lebih berilmu dan lebih baik dari selainnya.

Patutlah kita mengeluarkan sifat jelek (yaitu sombong) ini dalam diri kita.

(5) Malu

Sifat terakhir ini, adalah kesadaran diri, untuk malu kepada Råbbnya, malu kepada orang-orang berilmu bahkan malu kepada dirinya sendiri.

Tidak tahukah ia bahwa Rabbnya Maha Melihat lagi Maha Menyaksikan segala perbuatannya? jika ia tahu, KENAPA IA TIDAK BERPIKIR? kenapa ia bicara tanpa ilmu DIHADAPAN-NYA?

Tidak tahukah ia bahwa orang-orang berilmu mengetahui siapa yang berilmu dan siapa yang ‘berlagak’ berilmu? maka hendaknya ia malu sebelum ia bertindak, dan berusahan menahan kebodohan yang hendak dilakukannya, sebelum ia benar-benar jatuh kepada kehinaan.

Tidak tahukah ia bahwa ia TIDAK TAHU MALU pada dirinya sendiri? tidak malukah ia menjadi seseorang yang sebenarnya itu bukanlah dirinya yang sebenarnya?

Maka siapa yang sudah hilang sifat malu dalam dirinya, maka akan mengakibatkan dirnya berbuat sesukanya.

Wallåhu a’lam.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s