Ketika engkau disalahkan…

Jika saudaramu mengatakan padamu, “engkau berbuat salah!”, Maka hendaknya engkau jangan langsung menerima, jangan pula langsung mengingkari; tapi tanyakan padanya: “Apa salahku? Dimana kesalahanku? Mana bukti kesalahanku? Apa yang benar dalam masalah ini?” Mintalah padanya untuk menyampaikan berdasarkan HUJJAH, barulah jika dirinya engkau dapati berada diatas HUJJAH, maka ruju’lah.


Jika dirimu berada diatas HUJJAH (al-qur’an, as-sunnah yang shahih, sesuai pemahaman sahabat) maka sampaikanlah HUJJAHmu kepadanya.

jika dirimu dan dirinya tidak berdiri diatas hujjah, maka engkau segera pergi ke AHLI ILMU (yang engkau ketahui kelurusan AQIDAH dan MANHAJnya, kemudian tanyakan padanya perihal ini, mintalah solusinya).

Kita harus YAKIN bahwa kita berada diatas kebenaran, dan keyakinan ini HARUSLAH ditopang dengan ILMU. bukan sekedar yakin saja tanpa ilmu. begitupun sebaliknya ILMU tanpa keyakinan adalah keragu-raguan, maka hapuslah keragu-raguan itu dengan bertanya kepada ahlinya.

Karena pengikut Nabi Muhammad shallallåhu ‘alayhi wa sallam itu BERDIRI DIATAS BASHIRAH. Dan bashirah inilah yang dimaksud dengan kombinasi keyakinan dan ilmu, yang dijelaskan diatas.

Lihat tafsir QS. Yusuf: 108

Wallåhu a’lam.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s