Pemuda impian..

Kalaulah pemuda muslim (semoga diriku termasuk didalamnya), mengunci pintu kamarnya rapat-rapat, kemudian dia melakukan amalan shålih disana, dengan tujuan agar tidak diketahui orang-orang sekitarnya; kemudian dia menangis dalam kesendiriannya karena takut kepada Allåh. tentulah disana ia akan mendapatkan banyak keutamaan dan tentunya generasi ini akan sangat maju…

Berdasarkan hadits:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ:

– إِمَامٌ عَادِلٌ.

– وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ

– وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلِّقٌ بِالْمَسَاجِدِ

– وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

– وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ

– وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

– وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Mereka adalah:

-Imam (pemimpin) yang adil,

(1) Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah,

– Lelaki yang hatinya selalu terikat/terpaut dengan masjid-masjid,

-Dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah

– (kemudian) seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang punya kedudukan dan kecantikan namun ia berkata, “Sungguh aku takut kepada Allah.”

(2) Seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya”

(3) Dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam keadaan sendirian lalu mengalir air matanya.”

[HR. Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (629), Muslim dalam Shohih-nya (1032)]

Lihatlah jika ia melakukan yang demikian maka ia memiliki 3 SIFAT orang yang akan dinaungi di hari kiamat kelak.

(1) Pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah.

(2) Seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya”… See More

(3) Dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam keadaan sendirian lalu mengalir air matanya.”

Adapun nomor dua;

itu tidak hanya sebatas sedekah, yang diangkat dari no.2 disini adalah bagian terakhirnya, yakni bagian:

“tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya”

yakni tentang bab: keikhlashan-nya

Berkata Imam Nawawi:

”Berkata para Ulama bahwanya penyebutan tangan kanan dan kiri menunjukan kesungguhan dan sangat dismbunyikannya serta tidak diketuhinya sedekah.

Perumpamaan dengan kedua tangan tersebut karena dekatnya tangan kanan dengan tangan kiri, dan tangan kanan selalu menyertai tangan kiri.

Dan maknanya adalah seandainya tangan kiri itu seorang laki-laki yang terjaga maka dia tidak akan mengetahui apa yang diinfak oleh tangan kanan karena saking disembunyikannya.”

(Al-Minhaj 7/122), hal ini juga sebagaimana penjelasan Ibnu Hajr (Al-Fath 2/191)

Lihat penjelasan lebih lanjut disini:

http://abu0mushlih.wordpress.com/2009/10/14/ikhlas-dan-bahaya-riya/

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s