Beri udzurlah, beri maaflah

Jika Råbbul ‘alamin Yang Maha Mulia mema’afkan hambaNya yang jatuh pada kesalahan karean lupa, tidak disengaja dan dipaksa*. Maka alangkah hinanya seorang hamba yang hina, tidak mentolerir saudaranya yang jatuh kepada kemungkaran yang ia LUPA, atau TIDAK MENGETAHUINYA atau TIDAK MENGENGAJA atau bahkan karena DIPAKSA.

*Dalilnya:

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda :

“Sesungguhnya Allah telah mema’afkan kesalahan-kesalahan* umat-Ku yang tidak disengaja, karena lupa dan yang dipaksa melakukannya”.

(HR. Ibnu Majah, Baihaqi dll, hadits HASAN)

Yang dimaksud kesalahan diatas adalah salah dalam memahami sesuatu nash syar’i yang masih dalam batas kaidah bahasa arab dan kaidah ilmu Syar’i.

Ibnu hajar berkata:

“Setiap orang yang salah takwil tidak berdosa, selagi takwil yang masih dalam batas kaidah bahasa arab dan kaidah ilmu syar’i.”

(Lih : Fathul Baariy Jil 12 hal 304)

Semangatmu dalam membela agama dari takwil yang baathil harusnya menjadikanmu untuk meluruskan takwil yang baathil tersebut,

Bukannya dengan sembarangan memvonis saudaramu yang bisa jadi ia seharusnya mendapat udzur darimu karena disebabkan ketidaktahuannya atau terkena ia terkena syubhat (kesalahpamahan/kerancuan)!

Bacalah:

Berprasangka baiklah dan berilah udzur ketika kita melihat penyimpangan

http://www.facebook.com/note.php?note_id=112143722076

Allåh Yang Maha Mulia darimu memaafkan, kenapa kamu yang hina -yang tidak memiliki kemuliaan- tidak memaafkannya?!

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s