Tujuan hidup kaum mukminin

Tujuan kaum mukminin itu adalah surga, mereka berlomba-lomba untuk itu, dan dalam perlombaan ini tidaklah ada kedengkian sesama mereka karena mereka mengetahuii tempat yang ditujunya itu SELUAS langit dan bumi, sehingga dengannya hati mereka lapang dan luas terhadap saudaranya yang lain.

Perlombaan kaum mukminin adalah perlombaan yang unik, disamping mereka saling berlomba-lomba dalam kebajikan; mereka pun SALING MEMBANTU diatasnya; diantara mereka bahkan menginginkan kebaikan yang ada pada dirinya agar dimiliki saudaranya yang lain dan inilah kesempurnaan iman.

Berbeda dengan perlombaan ahlud-duniyaa untuk tujuan duniawinya, mereka saling jegal untuk mendapatkannya, hati-hati mereka sempit untuk menggapai tujuan mereka. Kedengkian dalam hati mereka sangatlah besar karena kesempitan hati ini. tidaklah sebagian yang satu menginginkan kejelekan untuk sebagian yang lain, mereka saling menginginkan keburukan; sehingga tanpa mereka sadari yang kelak mereka akan dapatkan (jika mereka terus seperti itu) adalah kehinaan.

Alangkah mengherankan orang yang mengatakan dirinya ‘berlomba untuk kehidupan akhirat’ tapi ia menyimpan keinginan duniawi yang hina (ingin ketenaran, harta dan kekuasaan) didalam hatinya. Sehingga tidak heran kedengkian merasuki hatinya untuk menjegal saudaranya yang dikira menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan keinginannya tersebut. Hatinya menjadi sempit sesempit keinginannya yang hina.

Ibnul Qayyim menyebutkan dlm kitab Al-Bada’iul Fawaaid di akhir juz kedua:… See More

“Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tdk berhasil dilakukannya.

1. Mengajaknya berbuat syirik & kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti syaithån telah menang & tidak sibuk lagi dengannya.

2. Jika tidak berhasil, syaithån akan mengajaknya berbuat bid’ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka syaithån akan membuat bid’ah itu indah di matanya hingga dia rela & syaithån pun membuatnya puas dengan bid’ah itu.

3. Jika tidak berhasil juga, syaithån akan menjerumuskan-nya ke dalam dosa-dosa besar.

4. Jika tidak berhasil, syaithån akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.

5. Jika ternyata tidak berhasil juga, syaithån akan menyi-bukkannya dengan perkara mubah hingga ia lupa beribadah.

6. Jika masih gagal juga, syaithån akan membuainya dengan perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.

7. Jika gagal juga, maka syaithån akan melakukan tipu daya terakhir, yang tidak ada orang yang selamat darinya bahkan para nabi & rasul sekalipun. Yaitu ia mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya (dan kebanyakan orang-orang ini adalah orang-orang yang diperalat syaithån akibat dalam hatinya menyimpat penyakit; diantaranya adalah kedengkian -abu zuhriy).

Wallåhu a’lam

[dinukil dari komen-nya akh Rozy Alfian dalam salah satu artikel website ustadzaris]

Baca:

Hindarilah sifat hasad!
Tidak ada manfa’atnya engkau mendengki!

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s