Lapangnya hati, dan sempitnya hati

Alangkah lapangnya hati ini ketika menerima-mengikuti kebenaran dan mengakui kesalahan dan alangkah sempitnya hati ini ketika mempertahankan kesalahan, menolak kebenaran dan memilih mengikuti hawa nafsu (setelah kebenaran itu jelas bagi kita; yang kita tahu dan paham bahwa kita berada diatas kesalahan).

Maka dari itu orang yang belum paham dan terkena syubhat; tidak bisa dikatakan mengikuti hawa nafsu; Sebelum dia TAHU dan PAHAM akan kebenaran dan dia TAHU dan PAHAM dia berada diatas kesalahan/kesalahpahaman dan hilang syubhat-syubhat yang melekat pada dirinya.

Wallåhu a’lam

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s