Dengan apakah engkau mengisi waktumu?

Dengan apakah engkau mengisi waktumu ketika engkau berbaring? dengan apakah engkau mengisi waktumu ketika engkau duduk? dengan apakah engkau mengisi waktumu ketika engkau berdiri? dengan apakah engkau mengisi waktumu ketika engkau berjalan?

Daripada berbaring/duduk/berdiri/berjalan sambil bengong/menghayal, alangkah baiknya engkau berdzikir kepadaNya dengan hatimu, dengan lisanmu atau dengan keduanya.

Berdzikir dalam setiap kesempatan adalah CIRI-CIRI ORANG BERAKAL

Allah berfirman, tentang ORANG-ORANG BERAKAL:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah; sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi

(Aali ‘Imraan : 191)

Allah berfirman:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan BERDZIKIRLAH kepada Allah SEBANYAK-BANYAKNYA, supaya kamu beruntung.

(Al-Jumu’a: 10)

Allah berfirman:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), BERDZIKIRLAH KEPADA ALLAAH di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring…

(An-Nisaa`: 103)

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Rabbnya, seperti orang yang hidup dan yang mati.”

(HR. al-Bukhaariy)

dalam riwayat lain:

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ وَالْبَيْتِ الَّذِي لَا يُذْكَرُ اللَّهُ فِيهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan rumah yang di dalamnya selalu disebut nama Allah Ta’ala dengan rumah yang di dalamnya tidak pernah disebut nama Allah adalah sebagaimana orang hidup dan orang mati.”

(HR. Muslim)

Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, setelah membaca ayat tentang ORANG-ORANG MUNAFIQ:

وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.”

(An-Nisaa: 142)

berkata: “Barangsiapa yang banyak berdzikir maka ia akan terbebas dari sifat munafik.”

Tata Cara berdzikir

Ketahuilah, macam-macam dzikir:

– Dzikir dengan hati

Seperti engkau mengingat-ngingat nikmatNya, memikirkan penciptaanNya yang sempurna, menyadari akan kehadiranNya yang menyaksikan segala perbuatan kita, menyadari akan ilmuNya Yang Maha Mengetahui apa isi hati kita, menyadari akan PenglihatanNya yang Maha Melihat apa yang kita perbuat, menyadari akan PendengaranNya yang Maha Mendengar ucapan lisan kita, bertawakkal kepadaNya, dst. ini semua dzikir hati.

– Dzikir dengan lisan

Yang dinamakan dzikir dengan LISAN, adalah engkau menggerakkan MULUT dan LIDAHmu, kemudian mengeluarkan suara, yang volumenya tersebut dapat terjangkau telingamu dalam keadaan sepi, yang dengan itu engkau menyebut namaNya dengan mensucikanNya (bertasbih), memujiNya (bertahmid), menegaskan tauhidmu (bertahlil), mengagungkanNya (bertakbir), dan selain daripada itu. Apabila disebutkan DZIKIR secara mutlak, maka inilah yang dimaksud.

Maka jika lisan bergerak, tapi tidak mengeluarkan suara, maka ini bukan dzikir lisan (apalagi jika mulut tertutup, maka ini tidak dinamakan ‘dzikir lisan’). Maka dari itu engkau TIDAK DISEBUT MEMBACA AL QUR-AAN jika engkau tidak mengeluarkan suara (dengan batas minimal tadi). [Baca: http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-ibadah/bolehkah-membaca-al-quran-tanpa-suara/].

Berkata Syaikh Ahmad Farid:

Pertama: Menyebut nama-nama dan sifat-sifat Allah dan menggunakkannya untuk memuji dan menyanjungNya.

(–az: Seperti dengan ucapan “Subhanallah”, “Alhamdulilaah”, “Laa ilaaha illalllah” atau dzikir-dzikir yang semisal. –)

Kedua: Menyebut perbuatan Allah yang berkaitan dengan nama dan sifatNya.

(–az Misalnya dengan mngatakan: “Sesungguhnya Allah Maha Mendengar seluruh suara makhlukNya dan Maha Melihat gerak-gerik mereka” –)

Ketiga: Menyebut perintah dan laranganNya (berdakwah)

(– az: Misalnya dengan mengatakan: “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan begini” atau mengatakan “Sesungguhnya Allah melarang begini” –)

Keempat: Menyebut karunia dan kebaikanNya

(–az: misalnya dengan mengatakan: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikanku nikmat hidup, nikmat sehat, nikmat Islam, nikmat Iman dan nikmat berada diatas sunnah nabiNya yang mulia…” –)

[Al-Bahrur Ra’iq Fiz Zuhdi war Raqaa-iq (edisi Indonesia) oleh Syaikh Ahmad Farid, hlm. 144]

– Dzikir dengan penggabungan hati dan lisan

yaitu penggabungan keduanya, disaat engkau berdzikir dengan lisanmu, diwaktu itu pula engkau menghadirkan hatimu. dan inilah sebaik-baiknya dzikir.

– Dzikir dengan anggota badan

yaitu seperti engkau shalat, haji, jihad dsb.

– Dzikir dengan hati, lisan dan anggota badan

Semua ini terkumpul dalam shalat. Maka dari itu Allah berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

…dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (dalam shalat) adalah lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(Al-Ankabut: 45)

Berkata Syaikhul Islam

“Penafsiran yang benar (tentang ayat ini), shalat memiliki DUA TUJUAN UTAMA, yang satu lebih besar dari yang lain. Sesungguhnya Shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. tapi Dzikrullah (mengingat Allah) yang terkandung didalam shalat itu LEBIH BESAR NILAI dan MANFAATnya daripada sekedar mencegah perbuatan keji dan mungkar.”

Bagaimana Rasulullah mengisi waktunya ketika beliau duduk?

dari Ibnu ‘Umar, ia berkata; Dalam satu kali duduk Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam, sebelum beliau berdiri (meninggalkan tempat duduknya), terhitung seratus kali beliau mengucapkan:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

“RABBIGHFIRLII WA TUB ‘ALAYYA INNAKA ANTA AT-TAWWAABUL GHAFUUR”

(Wahai Rabbku, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi taubat dan Maha Pengampun).

(HR. at Tirmidziy; beliau berkata; Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib; hadits ini dishahiihkan oleh Syaikh al Albaaniy)

Dalam riwayat Ahmad, Ibnu Maajah, Abu Dawud, dan selainnya disebutkan:

“Apabila kami menghitung ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam duduknya:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Rabbighfirli watub ‘alayya innaka anta at-tawwaabur rahim

(Ya Rabbku ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha penerima taubat dan maha penyayang)

(maka kami mendapati bahwa) beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali.”

(HR. Ahmad, Ibnu Maajah, Abu Dawud, dll; dishahiihkan oleh Syaikh al Albaaniy)

benarlah firman Allah tentang beliau:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia BANYAK BERDZIKIR kepada Allah.

(Al-Ahzaab: 21)

Maka hendaknya, kita tidak membuang waktu kita dengan sia-sia, seperti kita duduk di mobil, atau duduk di ruang tunggu; tidak kita isi, melainkan dengan sesuatu yang bermanfaat, yang lebih baik lagi kita mengisinya dengan beristighfar, karena Rasulullah bersabda:

طُوبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا

“Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan didalam catatan amalnya istighfar yang banyak.”

(Shahiih, HR. Ibnu Maajah; dishahiihkan syaikh al albaaniy dalam shahiih ibnu maajah)

Penyesalan di akhirat bagi mereka yang lalai berdzikir sewaktu di dunia

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ سَاعَةٍ تَمُرُّ بِابْنِ آدَمَ لاَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى فِيْهَا إِلاَّ تَحَسَّرَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidak ada satu waktu pun yang terluputkan dari anak Adam untuk berzikir kepada Allah kecuali ia akan menyesali waktu tersebut pada hari kiamat.”

(Hasan; HR. Al-Bayhaqiy dalam Syu’abul Iman no. 508, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 5/362, dihasankan Al-Imam Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5720; kutip dari artikel asy-syari’ah)

Beliau juga bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ، يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ، لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ، إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ، وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً.

‘Tidaklah suatu kaum berdiri meninggalkan suatu majelis tanpa berdzikir kepada Allah di dalamnya, melainkan mereka berdiri dari semisal bangkai keledai, dan mereka mendapatkan suatu penyesalan’.”

(dishahiihkan syaikh al Albaaniy dalam ash Shahiihah)

Beliau juga bersabda:

مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ سبحانه و تعالى فِيْهِ، كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ، وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لاَ يَذْكُرُ اللهَ سبحانه و تعالى فِيْهِ، كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ.

“Siapa saja yang menduduki suatu tempat duduk tanpa berdzikir kepada Allah, niscaya dia mendapatkan kerugian dari Allah, dan siapa saja yang tidur terlentang di tempat tidur, tanpa berdzikir kepada Allah niscaya dia mendapatkan kerugian dari Allah.”

(Hasan; HR Abu Dawud)

Beliau juga bersabda:

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ سبحانه و تعالى فِيْهِ وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّهِمْ فِيْهِ، إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ، وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ.

“Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majelis sedang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya serta tidak bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan mereka akan mendapatkan penyesalan (dari Allah), jika Dia berkehendak niscaya Dia mengazab mereka, dan jika Dia berkehendak niscaya Dia mengampuni mereka.”

(shahiih li ghayrihi; lihat shahiih at targhiib)

Semoga Allaah menjadikan kita, termasuk hamba-hambaNya yang selalu berdzikir kepadaNya. Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Adab, Dzikir, Ibadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s