Carilah kemuliaan dengan kebaikan aqidahmu

Ketahuilah kemuliaan seseorang itu adalah dengan kebaikan AQIDAHnya. itulah tolak ukur kemuliaan. adapun orang-orang yang memuliakan dirinya dengan NASABnya, namun aqidahnya TIDAK SEPERTI aqidah pendahulunya… maka sungguh mereka TELAH TERTIPU…

Allah berfirman:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُوا إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاوَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللهِ وَمَآأَنَا مِنَ الْمُشْرِكِي

Katakanlah:”Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah diatas bashiirah. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Surat Yusuf:108)

FirmanNya:

(وما أنا من المشركين)

“dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik”

– Berkata Ibnu Jarir: “dan aku (nabi) berlepas diri dari ahli syirik, aku bukan dari mereka dan merekapun bukan dari golonganku.” (At-Thabari 7/315)

Allah memfirmankan perkataan NABINYA YANG MULIA, Nabi Nuh ‘alayhis salaam:

‎وَنَادَىٰ نُوحٌ رَّبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ

Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata: “Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk KELUARGAKU, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya”.

Apa jawab Allah?

‎قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia BUKANLAH TERMASUK KELUARGAMU, sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik (yaitu ia berbuat syirik)”

(QS Hud: 45-46)

Ditafsirkan Imam Ibnu Katsir tentang ayat diatas:

“Sesungguhnya yang Aku janjikan kepadamu keselamatan HANYALAH keluargamu dari kalangan ORANG-ORANG YANG BERIMAN.”

Kemudian beliau berkata:

“Anak ini, adalah termasuk orang yang diputuskan tenggelam, KARENA KEKAFIRANNYA, dan PEMBANGKANGANNYA terhadap AYAHNYA, Nabiyullah Nuh ‘alayhis salaam”

(Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Allah ta’ala berfirman :

‎‫إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ‬

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu”

[QS. Al-Hujuraat : 13].

Al-Qurthubiy rahimahullah berkata :

“Dan dalam ayat ini menunjukkan bahwa ketaqwaan adalah hal yang dipertimbangkan di sisi Allah ta’ala dan Rasul-Nya, BUKAN (berdasarkan) KETURUNAN dan NASAB”

[Tafsir Al-Qurthubiy, 16/345].

–dari blog abul jauzaa’–

Maka apalah yang patut dibanggakan dihadapan Allah, jika hanya bermodalkan nasab yang mulia, namun kemuliaan nasabnya tidak tercermin dalam aqidah dan manhaj pendahulunya?!

Tidakkah mereka membaca firman Allah, ketika Dia memfirmankan perkataan Nabi yang mulia (Yusuf ‘alayhis salaam), dari anak nabi yang mulia (Ya’qub ‘alayhis salaam), dari anak khaliilullah (Ibrahim al-khalil ‘alayhis salaam):

وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ مَا كَانَ لَنَا أَن نُّشْرِكَ بِاللَّهِ مِن شَيْءٍ

Dan aku MENGIKUTI AGAMA bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.

(Yusuf: 38)

Maka tidakkah engkau mengambil pelajaran?!

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

‎وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Barang siapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak mempercepatnya.’

(HR. Muslim)

Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata : “Maknanya, bahwa amalan itulah yang menghantarkan seorang hamba mencapai derajat akhirat. Allah berfirman.

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُوا ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

“Artinya : Dan tiap-tiap orang memperoleh derajat-derajat seimbang dengan apa yang dia AMALKAN”

[Al-An’am : 132]

Maka barangsiapa yang lambat amalannya untuk sampai pada derajat tertinggi di sisi Allah, nasabnya juga tidak akan mempercepatnya untuk mencapai derajat tinggi tersebut, karena Allah mengiringkan balasan itu seimbang dengan amalan, bukan dengan nasab”

[Jami’ul Ulum wal Hikam 2/308]

Ini semua bagi mereka-mereka YANG BENAR bahwa nasabnya telah sampai nasabnya kepada Rasulullah. lantas bagaimana lagi mereka yang MENGAKU-NGAKU KETURUNAN Rasul tapi sebenarnya bukan keturunan rasul?!

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam berbsada:

‎المُتَشَبّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَهُ كَلاَبسِ ثَوْبَيْ الزُّوْرِ

(Barangsiapa yang bergaya dengan sesuatu yang tidak dia miliki maka seakan-akan ia telah memakai dua pakaian kedustaan)

[Muttafaqun ‘alayh]

Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda;

‎إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْفِرَى أَنْ يَدَّعِيَ الرَّجُلُ إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ يُرِيَ عَيْنَهُ مَا لَمْ تَرَ أَوْ يَقُولُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ يَقُلْ

“Seungguhnya sebesar-besar kedustaan adalah penisbatan diri seseorang kepada selain ayahnya atau mengaku bermimpi sesuatu yang tidak dia lihat, atau dia berkata atas nama Rasulullah apa yang tidak beliau katakan”.

[HR Bukhariy]

Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda;

‎مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ الْمُتَتَابِعَةُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa menyandarkan dirinya kepada selain bapaknya, atau kepada selain tuan-tuannya, maka ia akan mendapatkan laknat Allah yang berturut-turut hingga datang hari kiamat.”

(lihat shahiih Abi Dawud)

Beliau juga bersabda:

‎مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ

“Barangsiapa menasabkan diri kepada selain ayahnya padahal ia tahu bukan ayahnya maka surga haram baginya.

(HR. Bukhariy dan Muslim)

Dalam riwayat Ibnu Maajah (dishahiihkan syaikh al albaaniy dalam shahiihul jaami’):

‎مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ

“Barangsiapa yang mengaku-ngaku memiliki hubungan nasab kepada selain ayahnya, maka surga menjadi haram baginya, padahal bau surga dapat dicium sepanjang jarak perjalanan lima ratus tahun.”

Allahul musta’aan

Tinggalkan komentar

Filed under Akhlak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s