Keutamaan orang-orang yang shalih

at Tirmidziy dan al Hakim berkata: “Barangsiapa yang ingin mendapatkan salaam (doa keselamatan) dari (SETIAP) MAKHLUK saat shalat, maka hendaklah ia menjadi orang-orang yang shalih. jika tidak demikian, dia tidak akan mendapatkan keutamaan yang agung ini…”

[Lihat Fathul Baariy]

Karena jika seseorang shalat, maka wajib mereka membaca tasyahud. dan jika mereka membaca tasyahud, terdapat lafazh

“…assalaamu ‘alaynaa wa ‘ala ‘IBADILLAAHISH SHAALIHIIN”…

(semoga keselamatan tercurahkan atasku, dan atas hamba-hamba Allah yang shalih)

Maka jika engkau seorang yang shalih, bayangkanlah doa keselamatan yang tercurahkan atasmu! SesungguhNya Allah amat Maha Penyayang terhadap hamba-hambaNya yang shalih, sehingga Dia menjadikan doa ini salah satu dari bagian shalat yang wajib ditunaikan setiap hamba yang shalat kepadaNya; yang dengannya hamba-hambaNya yang shalih tersebut mendapatkan doa keselamatan dari seluruh makhluk yang menegakkan shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah… subhanallahi wabihamdih..

Tahukah engkau berapa juta bahkan berapa miliar kaum muslimin yang shalat? maka tahukah antum sebanyak itupula doa keselamatan tercurahkan atas hamba-hamba Allah yang shalih?! maka mengapa kita tidak mau berusaha menjadi orang-orang shalih?!

Barangsiapa yang menyukai dirinya berada diatas keshalihan, maka hendaknya ia mengikuti salafush shalih; yaitu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu ‘anhum ajma’in..

Semoga Allah menggolongkan kita dan keluarga kita, termasuk orang-orang yang shalih/shalihat.. aamiin

Ketika kita membaca doa tersebut

Adapun ketika kita membaca doa tersebut dalam tasyahud, maka hendaknya kita menghadirkan dalam pikiran kita, para malaikat, para nabi, para shahabat, para imam2 umat ini, dan orang2 mukmin (sbgmn djelaskn oleh al-fakihani, sbgmn dsbutkn imam ibn hajar dlm al-fath)

[sumber: fathul baariy (edisi indonesia) pustaka imam asy syafi’iy; jld 8 hlm 488]

Faedah lain

Imam Ibnu Hajar dalam al fath-nya menukil fatwa al Qaffal:

“MENINGGALKAN SHALAT dapat berdampak buruk bagi kaum muslimin, karena seseorang yang shalat umumnya mengucapkan:

“Ya Allah ampunilah aku dan kaum mukminin dan mukminah”

Demikianlah pula, dengan orang yang sedang tasyahud, ia HARUS MENGUCAPKAN

“…assalaamu ‘alaynaa wa ‘ala ‘IBADILLAAHISH SHAALIHIIN”…

(semoga keselamatan tercurahkan atasku, dan atas hamba hamba Allah yang shalih)

Dengan ia meninggalkan shalat, berarti ia telah ceroboh dalam menunaikan kewajibannya kepada Allah, juga dalam menunaikan hak RasulNya, hak dirinya sendiri, hak kaum muslimin.

Oleh karena itulah, meninggalkan shalat dosanya AMAT BESAR”

Atas dasar itu, as Subkiy menyimpulkan:

“shalat mengandung hak Allah dan hak hambaNya. Jadi, siapa saja yang meninggalkannya, maka ia telah mengabaikan hak kaum mukminin yang telah lalu, (yang ada sekarang, ed) dan yang akan datang HINGGA hari kiamat.

hal ini disebabkan karena ia wajib mengucapkan

“…assalaamu ‘alaynaa wa ‘ala ‘IBADILLAAHISH SHAALIHIIN”…

(semoga keselamatan tercurahkan atasku, dan atas hamba hamba Allah yang shalih)

[idem]

Tinggalkan komentar

Filed under Ibadah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s