Ingin lulus, pelajar pergi ke makam Gus Dur

[selasa, 05 April 2011 11:04:47 WIB] Jombang (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (Unas), makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng, Jombang dibanjiri peziarah pelajar. Mereka berdoa dengan harapan diberi kelancaran dalam mengerjakan soal-soal Unas.

H Masrukin Mashoed, guru MAN (Madrasah Aliayah Negeri) Jombang, mengatakan, ia membawa 200 muridnya untuk berdoa di makam Mantan Ketua PB NU tersebut. Dia berharap, seluruh pelajar MAN yang mengikuti Unas bisa lulus dengan nilai memuaskan.

“Kami memanjatkan doa agar seluruh siswa MAN Jombang diberi kemudahan dalam mengerjakan soal Unas. Dengan begitu, seluruh murid MAN bisa lulus secara berkwalitas,” kata Masrukin saat ditemui di lokasi makam Gus Dur, Selasa (5/4/2011).

Selain pelajar MAN, sejumlah pelajar dari SMK Negeri 1 Jombang juga terlihat di lokasi makam. Mereka membaca surat Yasin dan Tahlil di depan pusara mantan presiden RI tersebut. Lagi-lagi, para pelajar punya alasan tersendiri. Mereka ingin diberi kemudahan dalam Unas 2011.

Kita hanya kirim doa. Mudah-mudahan bisa mengerjakan soal Unas dan juga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan,” ujar Hilman Muzaqi, siswa SMK Negeri 1 Jombang sesaat sebelum meninggalkan makam keluarga Tebuireng.

Sekadar diketahui, beberapa cara dilakukan pelajar untuk meraih sukses saat Unas. Saat ini saja, sekitar 7 ribu pelajar SMA yang ada di Kabupaten Jombang mengikuti doa bersama di Masjid Ulul Albab, Tebuireng, Selasa (5/4/2011). Mereka berdoa secara khusyu’. Bahkan tidak jarang, para pelajar tersebut meneteskan air mata.

Sebelum istighasah dimulai ribuan pelajar tersebut menunaikan shalat hajat yang dipimpin oleh KH Fahmi Amrullah, pengasuh pondok Tebuireng putri. Usai shalat hajat, pelajar kemudian memanjatkan doa secara bersama-sama. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Jombang, Widjono Soeparno. [suf/but]

Tanggapan atas berita ini

Laa ilaaha illallah!! alangkah besarnya musibah yang menimpa umat inI!! Karena kebodohan mereka akan agama mereka, bahkan kesyirikan yang nyata pun tidak mereka sadari!!

TIdak tahukah mereka apa INTI dari AJARAN ISLAM?! TIDAK TAHUKAH mereka INTI dari apa yang diserukan RASULULLAH?! TIDAK TAHUKAH mereka apa yang menyebabkan kaum mekkah pada saat diutusnya Rasul dikatakan kaum musyrikin?! TIDAK TAHUKAH mereka bagaimana kemusyrikan yang dilakukan oleh ahlul mekkah pada saat diutusnya Rasul?!

Ketahuilah, apa yang mereka lakukan ini, yaitu BERDOA ke orang mati, dengan maksud semoga orang mati itu “menyampaikan” doa tersebut kepada Allah, adalah SYIRIK AKBAR, tawassul seperti inilah yang dilakukan oleh YAHUDI kepada ‘uzayr ‘alayhis salaam, NASHARA kepada ‘Isa ‘alayhis salaam. dan MUSYRIKIN MEKKAH kepada berhala-berhala mereka!!

Allah memfirmankan tetnang perkataan kaum musyrikin mekkah:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya“.

(az Zumar: 3)

lalu Allah membantah mereka:

فَلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً

Maka mengapa berhala yang mereka sembah selain Allah (yang mereka gunakan) untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka!?

(Al-Ahqaf: 28)

karena Allah berfirman:

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.

(Al-A’raaf: 197)

Dia juga berfirman:

إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu.

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui.

(Faatir: 14)

Inilah mengapa apa yang mereka lakukan tersebut disebut PERBUATAN SYIRIK! Inilah SEBESAR-BESARnya dosa! Yang jika seorang hamba mati dalam keadaan demikain, tanpa bertaubat kepada Allah, maka dihapuskannya seluruh amalan shalihnya dan diharamkannya baginya surga! maka hendaknya KAUM MUSLIMIN, menyadari akan hal ini! Agar sekiranya ia tetap berada diatas agama ini dengan keadaan MENGIKHLASHKAN segala peribadatan HANYA KEPADA ALLAH SAJA, TANPA MEMPERSEKUTUKANNYA SEDIKITPUN JUGA!

Hal ini telah jauh-jauh diperingatkan oleh Nabi yang kita cintai, Muhammad ibn ‘Abdillaah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Dan salah satu cara yang beliau tempuh adalah MENUTUP PINTU KESYIRIKAN dengan MENGHARAMKAN UMATNYA untuk menjadikan KUBURAN sebagai TEMPAT IBADAH, karena ini merupakan PINTU KESYIRIKAN!! Bahkan barangsiapa yang melakukannya, maka ia akan mendapat LAKNAT ALLAH, sebagaimana Allah melaknat Yahudi dan Nashara yang telah menjadikan KUBURAN NABI-NABI dan ORANG-ORANG SHALIH mereka sebagai TEMPAT IBADAH!

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Allah telah melaknat Yahudi dan Nashrani yang telah menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid/TEMPAT UNTUK BERIBADAH”

((HR. Bukhariy)

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ألا [ وإن ] من كان قبلكم [ كانوا ] يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد ،

Dan ketahuilah, (sesungguhnya) orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kubur para nabi mereka dan orang-orang shalih diantara mereka sebagai masjid/TEMPAT UNTUK BERIBADAH

ألا فلا تتخذوا القبور مساجد , فإني أنهاكم عن ذلك

(Maka) Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal itu”

[HR Muslim].

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda tentang orang nashara:

أولئك إذا كان فيهم الرجل الصالح بنوا على قبره مسجداً ، ثم صوروا تلك الصور ، أولئك شرار الخلق عند الله [ يوم القيامة

‘Mereka itu adalah orang-orang yang apabila orang shalih mereka meninggal dunia, maka mereka membangun masjid/tempat untuk beribadah di atas kuburnya tersebut, lalu menggambar dengan gambar-gambar tersebut. Mereka itu adalah SEJELEK-JELEK MAKHLUK di sisi Allah pada hari kiamat”

[HR Bukhariy].

Dari Abu ‘Ubaidah ia berkata : “Kalimat terakhir yang diucapkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah :

اخرجوا يهود أهل الحجاز وأهل نجران من جزيرة العرب واعلموا ان شرار الناس الذين اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

‘Usirlah kaum Yahudi Hijaz dan Najran dari Jazirah ‘Arab. Ketahuilah, sesungguhnya SEBURUK-BURUK MANUSIA adalah yang menjadikan kubur para Nabi mereka sebagai masjid”

[Diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bukhari dalam At-Taariikh Al-Kabiir dan lain lain dengan sanad yang shahih].

Silahkan baca lebih lengkap pembahasannya disini: http://abuzuhriy.com/?p=2092

Peringatan penting

Mohon jangan disalahpahami, pembuatan artikel ini hanya mengingatkan PERBUATAN SYIRIK yang mereka lakukan. Bukanlah artikel ini bermaksud UNTUK MENGKAFIRKAN orang-orang yang melakukan perbuatan syirik diatas. Karena kita disini hanya mengingatkan PERBUATAN SYIRIK bukan untuk MENGHUKUMI KAFIR/MUSYRIK para pelakunya. Keduanya tidaklah sama, karena TIDAK BOLEH kita SEMBARANGAN MENGKAFIRKAN orang-orang yang telah bersyahadat, karean dalam MENGKAFIRKAN dibutuhkan kaedah-kaedah yang banyak, dan yang menghukumi pun bukan orang-orang awwam semacam kita, tapi para ulamaa.

Semoga bermanfaat

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Berita Aktual

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s