Nasehat untuk pembicara dan pendengar

Nasehat untuk pembicara

Ia benar-benar MENGETAHUI (BERILMU), akan apa yang sedang ia bicarakan. dan hendaknya ia MEMAHAMI DENGAN BENAR apa yang ia bicarakan tersebut, walaupun ia membawakan al qur-aan dan as sunnah yang shahiih, maka yang dituntut darinya adalah MENEMPATKAN DALIL pada tempatnya dengan PEMAHAMAN YANG BENAR. Kemudian, hendaknya ia menguasai apa yang ia hendak katakan, bukan sebatas KERAGU-RAGUAN, namun berdasarkan KEYAKINAN yang dibangun atas dasar ilmu. Jika ia telah terbangun diatas ini, maka hendaknya ia menyampaikan, walaupun hanya satu ayat.

Simak lebih lanjut disini

Hendaknya pula pembicara WALAUPUN telah BERILMU akan sesuatu, hendaknya memperhatikan APA yang hendak dibicarakannya dan KONDISI orang yang hendak dibicarakan.

Jika ia hendak menyampaikan hadits, maka perhatikanlah hadits yang akan ia sampaikan, apakah sudah BENAR-BENAR JELAS ataukah masih ada kemungkinan untuk disalah pahami? jika masih ada kemungkinan untuk disalahpahami, maka apakah ia mengetahui penjelasan para ulama tentang hadits tersebut? sehingga ia bisa membawakan penjelasan tersebut sehingga orang-orang TIDAK SALAH PAHAM akan perkataannya tersebut?!

Berkata ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

‘Ali rådhiyallåhu ‘anhu berkata:

Berbicaralah kepada manusia dengan ucapan yang mereka fahami. Apakah kalian ingin Allah dan RasulNya di dustakan?”

[Ibnu Hajar, Fathul Bari, jilid 1, halaman 225, cetakan Darul Fikr. Imam Adz Dzahabi, Syi’ar A’lam An Nubala, Jilid 2 halaman 597, cetakan Muassasah. Ibnu Taimiyah, Al Fatawi Al Kubra, jilid 13 halam 260]

Hendaknya para pendengar, memahami apa yang didengarnya, tidak salah paham, dan BERTANYA apabila ia merasakan ada sesuatu yang TIDAK ia pahami atau ada sesuatu yang JANGGAL menurutnya

Hendaknya bagi para pendengar dan pembaca yang KURANG PAHAM atau KURANG SREG atas apa yang didengarnya, agar bertanya kepada penulis atau pembicara… bukannya malah menyimpan sendiri kekurang pahamannya itu! ini kesalahan pertama

Atau bahkan serta merta ia menafsirkan sendiri perkataan orang tersebut semaunya, tanpa mempertanyakan maksud dari orang tersebut.. ini kesalahannya yang kedua

Sehingga ia melaporkan ke temannya yg lain atau bahkan ustadz, bahwa si fulan telah berkata A, padahal yang fulan katakan maksudnya bukan demikian.. Maka ia telah BERKATA DUSTA, walaupun ia tidak bermaksd untuk berdusta, inilah kesalahannya yg ketiga..

Sehingga mengakibatkan temannya tersebut -yang ia juga TIDAK KLARIFIKASI LANGSUNG- membenci si fulan, karena pemberitaannya yang nyeleneh ini.. jika ia melakukan demikian, maka ia telah melakukan NAMIMAH (adu domba), dan ini DOSA BESAR.. walaupun ia tidak bermaksud utk mengadu domba.. inilah kesalahannya yg keempat..

Atau ia memberitahukan hal ini kepada ustadz, sehingga ustadz tersebut menghukumi berdasarkan khabar (dan ini bukan salah ustadz, karena ustadz hanyalah menghukumi PERBUATAN/PERKATAAN berdasarkan apa yg disampaikan pdnya) maka ketika ustadz mengatakan “oh, itu perkataan/perbuatan yg sesat” maka orang tersebut KEMBALI LAGI menyebarkan fitnah bahwa ustadz memvonis sesat orang yg ia salah pahami perkataannya tersebut (padahal yang dihukumi ustadz adlaah PERBUATAN, bukan PERSON/INDIVIDU TERTENTU).. maka ia telah melakukan kesalahan kelima.. yaitu MENYEBARKAN BERITA DUSTA (BUHTAN) dan ini pun DOSA BESAR..

Maka lihatlah BERAWAL dari kesalahpahaman yg dipendam yg tidak mau mengklarifikasi; maka berakhir menjadi tukang fitnah..

Maka terkadang pembicara yg mnjdi tukang fitnah, namun terkadang pula pendengar yg menjadi tukang fitnah..

maka hendaknya kita tdk mnjdi tukang fitnah!!

Tinggalkan komentar

Filed under Adab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s