Penuhi dirimu dengan dzikrullah! janganlah lalai!

Karena barangsiapa yang HATInya dipenuhi dzikrullah; maka hatinya akan dijauhkan dari segala keburukan dan segala yang tidak bermanfa’at.

Barangsiapa yang LISANnya dipenuhi dzikrullah; maka lisannya akan dijauhkan dari segala keburukan dan segala yang tidak bermanfa’at.

Barangsiapa yang AMALnya dipenuhi dzikrullah; maka amalnya akan dijauhkan dari segala keburukan dan segala yang tidak bermanfa’at.

Sebaliknya, barangsiapa yang hatinya jauh dari dzikrullaah; maka ia akan terjerumus pada keburukan dan segala yang tidak bermanfa’at.

Barangsiapa yang lisannya jauh dari dzikrullaah; maka ia akan terjerumus pada keburukan dan segala yang tidak bermanfa’at.

Barangsiapa yang anggota badan jauh dari dzikrullaah; maka ia akan terjerumus pada keburukan dan segala yang tidak bermanfa’at.

Maka tidak dapat tidak, hanya ada dua kemungkinan… Apakah ia berdzikir, ataukah ia lalai… Jika ia lalai: maka ada dua kemungkinan, karena memang sifat manusiawi yang memang sering lupa; atau kemungkinan yang terburuk, seseorang yang telah sadar dalam kelalaiannya, tapi terus menerus dengan kelalaiannya tersebut, sehingga menyeretnya kepada jalan-jalan yang lebih buruk dari itu! Na’uudzubillaah.

Maka hendaknya kita MENGETAHUI dzikir hati, lisan dan anggota badan; yang mana setelah kita mengetahui hal ini, maka hendaknya kita MENYIBUKKAN DIRI dengan hal hal ini, agar kita selamat dari KELALAIAN, baik itu hati kita, lisan kita, maupun anggota badan kita…

Apa yang disebut dzikir hati?

Seperti kita mengingat-ngingat nikmatNya, memikirkan penciptaanNya yang sempurna, menyadari akan kehadiranNya yang menyaksikan segala perbuatan kita, menyadari akan ilmuNya Yang Maha Mengetahui apa isi hati kita, menyadari akan PenglihatanNya yang Maha Melihat apa yang kita perbuat, menyadari akan PendengaranNya yang Maha Mendengar ucapan lisan kita, menasehati diri sendiri dengan memotivasi diri untuk beristighfar dan bertaubat; memotivasi diri untuk melaksanakan amalan shalih serta menjauhi dosa dan maksiat; mengarahkan hati untuk bertawakkal kepadaNya, serta meniatkan dan menjaga keikhlashan dalam amalan shaalih, dst. Ini semua dzikir hati.

Apa yang disebut dzikir lisan?

Yang dinamakan dzikir dengan LISAN, adalah ketika kita menggerakkan BIBIR dan LIDAH kita, yang kemudian kita mengeluarkan suara, yang volumenya tersebut paling minimalnya dapat terjangkau telinga kita dalam keadaan sepi. Tidak dapat tidak, ini harus terpenuhi, sehingga ia dikatakan ‘dzikir lisan’; kalaulah ia tidak terpenuhi, maka ia hanyalah dzikir hati.

Maka dari itu kita TIDAK DISEBUT MEMBACA AL QUR-AAN jika kita tidak mengeluarkan suara (dengan batas minimal tadi); apalagi jika menutup mulut, tidak menggerakkan bibir dan lidah. baca: http://ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-ibadah/bolehkah-membaca-al-quran-tanpa-suara/

Seperti kita mensucikanNya, memujiNya serta mengagungkanNya dengan menyebut nama-nama dan sifat-sifatNya yang Maha Agung lagi Maha Sempurna (seperti ucapan tasbih, takbir, tahmid, tahlil, membaca al qur-aan, dsb)

Seperti kita menyebut-nyebut perbuatanNya (misal: Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang ada didalam hati, Maha Mendengar seluruh suara makhlukNya, Maha Melihat gerak-gerik mereka, Yang mana Dia tidak lalai dari hal itu semua sedikitpun jua).

Termasuk dalam dzikir lisan, kita menyebut-nyebut nikmatNya, seperti: “segala puji bagi Allah yang telah mengkaruniakanku nikmat berada diatas islam, berada diatas iman, berada diatas iman, berada diatas sunnah, serta nikmat kehidupan, kesehatan, harta yang tercukupi serta keamanan.”

Termasuk pula dalam hal ini, kita berdakwah kepada keluargamu, kerabatmu, teman-temanmu, dsb.

Termasuk pula dalam hal ini, kita berkata-kata dengan perkataan yang baik dan benar; dengan niat meraih pahala dari Allaah, dalam perkataan tersebut.

Ini semua dzikir lisan.

Apa yang disebut dzikir dengan anggota perbuatan?

yaitu segala perbuatan anggota badan kita, yang kita maksudkan untuk beribadah kepada Allah, DENGAN MENGIKUTI TUNTUNAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAYHI WA SALLAM.

Seperti shalat, haji/umrah, jihad, berziarah (mendatangi) orang tua, menyambung dan mempererat silaturahmi dengan KELUARGA, menyambung dan mempererat ukhuwah islamiyyah… Maka termasuk hal ini, perbuatan DUNIAWIAH, yang masih dapat diniatkan untuk memperoleh manfa’at ukhrawi, yang ia tidak bertentangan dengan syari’at Allaah.

Apa yang terjadi, jika kita lalai (dari ketiga dzikir diatas) ?

Cobalah kita MEMPERHATIKAN HATI-HATI KITA… Ketika hati kita tidak kita gunakan untuk berdzikir kepada Allah, maka apakah yang terjadi? hati tersebut akan diisi oleh bisikan-bisikan syaithan, diisi oleh ANGAN-ANGAN KOSONG, diisi oleh kecondongan terhadap dunia yang berlebihan, diisi oleh kecondongan terhadap syubuhat dan syahwat.

Cobalah kita MEMPERHATIKAN LISAN-LISAN KITA… Ketika lisan tersebut tidak kita gunakan untuk berdzikir kepada Allah, maka apakah yang terjadi? maka lisan tersebut akan diisi oleh kata-kata yang TIDAK BERMANFAAT, bahkan lisan-lisan tersebut akan diisi oleh KATA-KATA KOTOR.

Cobalah kita MEMPERHATIKAN AMAL-AMAL KITA… Ketika amalan anggota badan kita, tidak kita gunakan untuk berdzikir kepada Allah, maka apa yang terjadi? maka AMAL KITA MENJADI RUSAK, banyak melakukan hal-hal yang tidak ada faidahnya, banyak melakukan hal-hal yang mengandung dosa dan maksiat..

Itulah akibat jauhnya kita dari dzikrullah! sehingga menjadikan kita LALAI, sehingga TANPA DISADARI kita mengucapkan perkataan/melakukan perbuatan yang mengandung dosa atau yang tidak bermanfaat; baik itu dalam hati kita, atau lisan kita, atau anggota badan kita. Maka jangan sampai kita lalai. Kalaupun SUDAH SADAR dalam KELALAIAN, maka JANGAN MALAH TETAP dalam kelalaian tersebut! Segeralah KEMBALI BERDZIKIR dengan hati, dan/atau lisan, dan/atau anggota badan! Sehingga kalau tidak, maka dikhawatirkan kita akan terjerumus dalam kefasikan.

Allah berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

(Al-Hasyr: 19)

Ketahuilah, orang yang melampaui batas itu akibat ia mengikuti hawa nafsunya. Dan tidaklah orang yang mengikuti hawa nafsunya, melainkan disebabkan ia lalai dari berdzikir kepada Allah.

Sebagaimana Dia berfirman:

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari berdzikir kepada Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

(Al-Kahf: 28)

Maka janganlah sampai sedikitpun, kita menganggap remeh kelalaian terhadap dzikrullah, karena bisa jadi ia adalah awal dari segala perbuatan yang melampaui batas!

1 Komentar

Filed under Dzikir, Ibadah

One response to “Penuhi dirimu dengan dzikrullah! janganlah lalai!

  1. Mohon izin untuk saya bagikan para Jamaah Tabligh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s