Akibat kelalaian manusia terhadap dzikrullah

Sebelum engkau memikirkan sesuatu dalam hatimu atau meniatkan sesuatu maka ketahuilah Allah Maha Tahu isi hatimu. Sebelum engkau mengarahkan pandanganmu, sebelum engkau mengucapkan sebuah perkataan dan sebelum engkau melakukan sebuah perbuatan, maka ketahuilah Allah Maha Melihat, Maha Mendengar lagi Maha Menyaksikan atas apa yang akan perbuat!

Hanyasaja karena KELALAIAN kita untuk DZIKRULLAH, menjadikan kita LUPA bahwa Allah mengetahui apa yg ada dalam hati kita, menjadikan kita LUPA bahwa Allah mengetahui mata-mata khianat memandang, menjadikan kita LUPA bahwa Allah mengetahui lagi Maha Melihat kemana kita arahkan telinga kita, menjadikan kita LUPA bahwa Allah mengetahui lagi Maha Mendengar segala apa yang terucap dengan lisan kita, menjadikan kita LUPA bahwa Allah Maha Melihat lagi Maha Menyaksikan segala apa yang kita perbuat! Maka tahulah kita bahwa alangkah butuhnya kita untuk SENANTIASA DZIKRULLAH, dalam segala keadaan.. Semoga Allah mengampuni segala kelalaian dan dosa kita

Manusia, ketika lalai dari dzikir, maka syetan langsung menempel dan menggodanya serta menjadikannya sebagai teman yang selalu menyertainya, sebagaimana firman Allah.

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari dzikir (Rabb) Yang Maha Pemurah (Al Qur’an), Kami adakan baginya syetan (yang menyesatkan), maka syetan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

[Az Zukhruf:36].

maka hanya dengan dzikrullah-lah, seseorang dapat terbebas dari syaithan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ

Dan Aku (Yahya bin Zakaria) memerintahkan kalian untuk banyak berdzikir kepada Allah.

كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ

Permisalannya itu, seperti seseorang yang dikejar-kejar musuh, lalu ia mendatangi benteng yang kokoh dan berlindung di dalamnya.

كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنْ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ

Demikianlah seorang hamba, tidak dapat melindungi dirinya dari syetan, kecuali dengan dzikir kepada Allah.

[Hadits riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya (4/202), At Tirmidzi dalam Sunan-nya, kitab Al Amtsal ‘An Rasulullih, Bab Ma Ja’a Fi Matsal Ash Shalat Wal Shiyaam Wal Shadaqah, no. 2863 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Jami’, no. 1724.]

Ibnul Qayim memberikan komentarnya terhadap hadits ini:

“Seandainya dzikir hanya memiliki satu keutamaan ini saja, maka sudah cukup bagi seorang hamba untuk tidak lepas lisannya dari dzikir kepada Allah, dan senantiasa gerak berdzikir; karena ia tidak dapat melindungi dirinya dari musuhnya, kecuali dengan dzikir kepada Allah.

Para musuh hanya akan masuk melalui pintu kelalaian dalam keadaan terus mengintainya. Jika ia lengah, maka musuh langsung menerkam dan memangsanya.

Dan jika berdzikir kepada Allah, maka musuh Allah itu meringkuk dan merasa kecil serta melemah sehingga seperti al wash’ (sejenis burung kecil) dan seperti lalat”.

[Al Wabil Ash Shayyib, hlm. 61]

Baca: Dzikir kunci kebaikan

Tinggalkan komentar

Filed under Dzikir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s