Bencilah kekufuran, seperti kebencianmu jika engkau melemparkan dirimu kedalam api!

Kebencian kita kepada kekufuran HARUS sebagaimana kita membenci diri kita dilempar kedalam api. Dan ketahuilah, Allah LEBIH BENCI terhadap kekufuran melebihi kebencian seseorang terhadap dirinya yang menjatuhkan dirinya sendiri kedalam api!

Mana dalilnya?

Rasulullah shalllallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia BENCI (dirinya) kembali kepada KEKUFURAN seperti dia BENCI (dirinya) bila DILEMPAR KE NERAKA

(HR. Bukhariy)

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِن مَّقْتِكُمْ أَنفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”.

(Ghaafir: 10)

Konsekuensinya apa?

Konsekuensinya adlaah KECINTAAN kita kepada keimanan harus sebgaimana kita mencintai diri kita dimasukkan kedalam surga.

Allah berfirman:

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Akan tetapi Allah menjadikan kamu (para shahabat) cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

(Al-Hujuraat: 7)

Maka dari itu hendaknya kita berdoa, sebagaimana doanya nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam:

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا ، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ

Ya Allah jadikanlah hati kami mencintai keimanan dan jadikanlah ia hiasan dalam hati kami. dan tanamkanlah kebencian kepada kami terhadap kekufuran, kefasiqan dan kedurhakaan. Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus

(HR Nasaa-iy dalam bab al Yaum wal Laylah dan Bukhariy dalam adabul mufrad; dishahiihkan syaikh albaaniy dalam shahiih adabul mufrad no. 538)

Dan inilah ciri seorang mukmin; Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَ سَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

Barangsiapa yang merasa senang dengan amal baiknya, dan merasa sedih dengan amal buruknya, maka ia adalah seorang mukmin

[HR. Ahmad, Tirmidziy, dll; dishahiihkan syaikh al Albaaniy dalam Al Jaami’ush shaghiir (no. 8751), dan Shahiihul jaami’ (no. 6294)]

Maka tanda kemunafiqan adalah orang yang malah menikmati ketika melakukan amalan buruk, dan ada kebencian ketika melakukan amalan shalih.

Imam Al ‘Auza’i ditanya tentang iman, apakah bertambah? Beliau menjawab: Ya, sampai membesar seperti gunung. Beliau ditanya lagi, apakah berkurang? Beliau menjawab: Ya, sampai tidak tersisa sedikitpun.

Semoga Allah menjaga keimanan kita, dan menjadikan hati kita cinta kepada keimanan dan benci kepada kekufuran/kefasiqan/kedurhakaan dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. aamiin

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Tauhid Uluhiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s