Mengakui nikmatNya bukanlah dengan memaksiatiNya atau bahkan sampai mengkufuriNya

Allah berfirman

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

(Ar-Rahmaan: 30)

Tentu orang yang waras akalnya, dan jujur hatinya akan berkata; “aku mengakui seluruh nikmatmu yaa Allaah”

Pertanyaannya, apakah perkataan tersebut hanyalah penghias lisan ataukah dengan pembuktian?

Allah memberikan nikmat hidup kepadamu, maka dijalan manakah engkau menghabiskan hidupmu? DijalanNya ataukah dijalan syaithan?

Allah memberikan nikmat sehat, bugar, kuat kepadamu; maka dijalan manakah engkau gunakan nikmatNya?

Bahkan jika engkau beribadah, apakah niatmu itu untuk beribadah kepadaNya, untuk mensyukuri nikmatNya yg tiada batas? Ataukah hanya karena ingin dilihat manusia? Karena ingin dibilang ahli ibadah? Atau justru ibadahmu engkau tujukan kepada sesembahan selainNya?

Bahkan ketika Allah menyelamatkanmu dari beribadah kepada selainNya, menyelamatkanmu dari sifat ingin dilihat (riyaa’) atau ingin didengar (sum’ah) agar dibilang ahli ibadah/orang shalih ketika beribadah; apakah engkau hendak UJUB karena selamat dari segalanya?

Maka inikah bukti pengakuanmu? maka lihatlah pada diri kita dari segala nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita yang tiada batas, nikmat yang mana yang kita dustakan?

Ketahuilah orang yang LUPA terhadapNya, khususnya lupa akan nikmatNya; maka otomatis lupa mensyukurinya. Jika ia sudah lupa akan nikmatNya, maka ia akan condong kepada kemaksiatan atau bahkan sampai kepada kekufuran maupun kesyirikan. Maka hendaknya kita senantiasa mengingatNya (termasuk didalamnya mengingat-ngingat nikmatNya); tidak hanya sampai disitu, tapi juga mensyukuri segala nikmatNya… dengan apa? yaitu dengan beribadah hanya kepadaNya saja, tidak menyekutukanNya, dan tidaklah beribadah kecuali menurut tuntunan RasulNya; serta bertawakkal kepadaNya dengan banyak-banyak berdoa kepadaNya sebagaimana doa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam SETIAP SELESAI SHALAT WAJIB:

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

ALLAHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK

[Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].”

(HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Adab, Aqidah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s