Perhatikanlah kepemimpinanmu!

Allaah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah DIRIMU dan KELUARGAMU dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…

(At-Tahrim: 6)

Rasuulullah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ألا كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته،

“Ketahuilah, kalian semua adalah pemimpin dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya.

… والرجل راع على أهل بيته وهو مسئول عنهم…

Seorang suami adalah pemimpin (keluarganya) dan dia akan dimintai pertanggungjawaban tentang (perbuatan) mereka.”

(HSR. Al-Bukhari, Muslim dan selainnya)

Bahkan TERHADAP DIRIMU SENDIRI, engkau-lah PEMIMPIN-NYA.. sudahkah engkau BECUS terhadap kepimpinanmu?! engkau ajak DIRIMU serta keluargamu UNTUK mentauhidkan Allah dan bertaqwa kepadaNya?! atau malah engkau ALPA darinya karena sibuk dengan meluruskan penguasa!?

Jika engkau telah MENASEHATI-nya (dan cara menasehati pun HARUS SESUAI dengan sunnah); maka engkau TELAH MENUNAIKAN KEWAJIBAN-mu… terlepas DITERIMA atau TIDAKNYA NASEHATMU.. itupun JIKA ENGKAU MAMPU dan BERILMU (karena syarat amar ma’ruf nahi mungkar adalah BERILMU)

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلاَ يُبْدِ لَهُ عَلاَنِيَّةً وَلَكِنْ لَيَأْخُذَ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ

“Barangsiapa yang ingin menasihati sulthan (pemimpin kaum muslimin) tentang satu perkara, maka JANGANLAH ia MENAMPAKKANNYA secara terang-terangan. Akan tetapi hendaklah ia mengambil tangannya secara menyendiri (untuk menyampaikan nasihat).

فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِيْ عَلَيْهِ

Bila sulthan tersebut mau mendengar nasihat tersebut, maka itu yang terbaik. Dan bila sulthan tersebut enggan (tidak mau menerima), maka sungguh ia (si penasihat) telah melaksanakan kewajibannya yang dibebankan kepadanya”

[SHAHIIH li ghayrihi; HR. Ahmad, al Haakim, ibnu Abi Ashim, dan selainnya]

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam juga sudah bersabda:

اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِمْ مَا حُمِّلُوا وَعَلَيْكُمْ مَا حُمِّلْتُمْ

“Dengarkan dan taatilah, sesungguhnya mereka akan mempertanggung jawabkan atas semua perbuatan mereka sebagaimana KALIAN JUGA akan mempertanggung jawabkan atas semua perbuatan kalian.”

(HR. Muslim)

Maka yang sangat ironis, apabila kita dapati seseorang yang sibuk dengan orang lain (khususnya penguasa), sedangkan DIRINYA SENDIRI (dan/atau keluarganya) ia lupakan…

Allah Ta’ala berfirman (mengenai orang Yahudi),

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?”

(QS. Al Baqarah: 44)

Allah juga berfirman:

قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

(Az-Zumar: 15)

Wallaahul musta’aan

1 Komentar

Filed under Keluarga, Tazkiyatun Nufus

One response to “Perhatikanlah kepemimpinanmu!

  1. Ping-balik: tuntunan rasulullah terhadap umatnya dalam menyikapi penguasa | rianianaksulung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s