Hujjah yang nyata dari Allah kepada kaum yahudi dan nasrani

Allah berfirman:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنجِيلُ إِلَّا مِن بَعْدِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Hai Ahli Kitab (yahudi dan nasrani), mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir”

(Aali ‘imraan: 35)

Ditafsirkan Imaam Ibnu Katsiir rahimahullaah:

“Maksudnya:

Hai orang-orang yahudi… mana mungkin kalian berkata bahwa ibrahim adalah beragama yahudi? padahal zamannya itu SEBELUM ALLAH MENURUNKAN TAURAT kepada musa?

Hai orang-orang nasrani… bagaimana mungkin kalian mengatakan ibrahim beragama nasrani? padahal agama nasrani BARU ADA SETELAH zaman ibrahim?”

(Lihat tafsiir ibnu katsiir)

Allah juga berfirman:

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ قُلْ أَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَادَةً عِندَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

(Al-Baqarah: 140)

Ditafsirkan Imaam ibnu Katsiir rahimahullaah:

“Allah mengingkari pengakuan yahudi dan nasrani, bahwa ibrahiim dan keturunananya dari kalangan nabi beragama yahudi atau nasrani.

Dia berfirman kepada mereka:

أَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ

Apa kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah?!

Dia memberitahukan bahwa mereka (Ibrahiim dan keturunannya dari kalangan nabi) bukanlah beragama yahudi atau nasrani, sebagaimana firmanNya:

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.

(Aali Imraan: 67)”

Imam Ibnu Katsiir rahimahullaah membawakan perkataan al Hasan rahimahullaah ketika menafsirkan firmanNya

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَادَةً عِندَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan perksaksian dari Allah yang ada padanya?

“Mereka membaca kitab yang Allah turunkan kepada mereka, dan mereka MENGETAHUI kalau (satu-satunya) agama (yang benar) adalah Islaam, Rasuulullaah adalah utusan Allaah, dan ibrahim, ismaa’iil, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, terbebas dari agama yahudi. Mereka mempersaksikan itu kepada Allah dan DALAM DIRI MEREKA SENDIRI. kemudian mereka MENYEMBUNYIKAN perksaksian yang ada dalam diri mereka!”

(Lihat tafsiir ibnu katsiir)

Sampaikanlah kebenaran kepada mereka yang masih dalam kekafiran mereka.

Bagi yang punya rekan seorang nashara,.. SETELAH kita MEMILIKI ILMU, maka jangan ragu-ragu untuk menjelaskan kebenaran islaam dan kebathilan agama mereka..

Allah berfirman:

حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ

…SUPAYA IA (orang kaafir) SEMPAT MENDENGAR KALAAMULLAAH…

(At-Tawbah: 6)

Berkata Imaam al Qurthubiy:

Yakni, al Qur-aan, bacakanlah kepada mereka (al Qur-aan), dan ingatkanlah kepada mereka segala sesuatu dari agama ini, agar dapat tegak dengannya hujjah Allah.

(Lihat Tafsiir al Qurthubiy)

Ketahuilah, tiada hujjah yang dapat menandingi hujjahNya.. Dia berfirman:

قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ

Katakanlah: “Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat…”

(al An’aam: 49)

Berkata Imam Ibnu Katsiir:

“Maksudnya, Allah mempunyai hikmah yang sempurna dan hujjah yang snagat jelas lagi kuat dalam memberikan petunjuk kepada orang yang (dikehendakiNya) mendapat petunjuk dan dalam menyesatkan orang-orang yang tersesat”

(Lihat tafsiir ibnu katsiir)

Dia juga berfirman:

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik”.

(Yusuf: 108; simak tafsir ayat ini disini: http://abuzuhriy.com/benarkah-engkau-menyeru-kepada-allah/)

Tinggalkan komentar

Filed under al-Quran, Aqidah, Tafsir, Tauhid Uluhiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s