“Kau harus bagaimana?” Jawaban atas puisi “Aku Harus Bagaimana?”

Bertahlil-lah (berdzikir laa ilaaha illallaah), karena tahlil dzikir yang mulia[1. Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

seafdhal-afdhalnya dzikir adalah LAA ILAAHA ILLALLAH, seafdhal-afdhalnya doa adalah ALHAMDULILLAH.

(HR. Ibn Maajah, at-Tirmidziy, dll; dishahiihkan oleh Syaikh al-Albaaniy)]
..

Jauhi “tahlilan”[2. Tahlilan TIDAK SAMA dengan berdzikir tahlil. Tahlilan adalah acara kumpul-kumpul dirumah mayat, kemudian membaca tahlil secara berjama’ah.

Berkata Jaabir ibn ‘Abdillaah radhiyallaahu ‘anhumaa:

كُنَّا نَرَى (وفِى رِوَايَةٍ : كُنَا نَعُدُّ) اْلاِجْتِمَاع اِلَى أَهلِ الْمَيِّتِ وَصَنْعَةَ الطَّعَامِ (بَعْدَ دَفْنِهِ) مِنَ الْنِّيَاحَةِ

“Kami (yakni para shahabat semuanya) memandang/menganggap (yakni menurut madzhab kami para shahabat) bahwa berkumpul-kumpul di tempat ahli mayit dan membuatkan makanan sesudah ditanamnya mayit termasuk dari bagian MERATAP”

(Shahiih; HR Ahmad, Ibnu Maajah dan selainnya)

Berkata Imaam asy Syaafi’iy rahimahullaah:

“Aku benci al ma’tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan”

(Al-Umm I/318)

Berkata Imaam an Nawawiy rahimahullaah:

Adapun duduk-duduk (dirumah ahli mayit ) dengan alasan untuk ta’ziyah telah dijelaskan oleh Imam Syafi’i dan pengarang kitab Al Muhadzdzab dan kawan-kawan semadzhab atas dibencinya (perbuatan tersebut)… Kemudian Beliau menjelaskan lagi, ” Telah berkata pengarang kitab Al Muhadzdzab : “Dibenci duduk-duduk (ditempat ahli mayit ) dengan alasan untuk ta’ziyah. Karena sesungguhnya yang demikian itu adalah muhdats (hal yang baru yang tidak ada keterangan dari Agama), sedang muhdats adalah ” Bid’ah…”

Simak lebih lanjut: http://almanhaj.or.id/content/2272/slash/0/tahlilan-selamatan-kematian-adalah-bidah-munkar-dengan-ijma-para-shahabat-dan-seluruh-ulama-islam/], karena ia merupakan amalan bid’ah yang hina..

***

Shalawat-lah, karena ganjarannya besar[3. Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)

(Shahiih; HR Ahmad, Nasaa-iy, Ibnu Maajah, al Haakim, ibnu Hibbaan, dan selainnya)

Simak: Keutamaan Membaca Shalawat]..

Adapun shalawatan bid’ah (nariyah/badar/burdah/dsb)[4. Simak kemungkaran shalawat burdah disini: http://kaahil.wordpress.com/2012/04/29/lengkap-teksbacaanlirik-arti-sholawat-badar-sholawat-burdatul-bushiri-shalawat-syirik-bidah-yang-tidak-pernah-dicontohkan-oleh-rosulullah-shallallaahu-alaihi-wasal/], maka ini kemungkaran yang besar..

***

Berziarah kubur-lah.. karena ia mengingatkan kita kepada kematian[5. Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ

Berziarah-kuburlah, karena ia dapat mengingatkan engkau akan kematian”

(HR. Muslim no.108, 2/671; kutip dari muslim.or.id)]..

Berdoalah (minta-mintalah) kepada Allah saja[6. Simak: Adab-adab dalam berdoa, Sehingga doa kita diijabahNya (http://abuzuhriy.com/agar-doa-kita-dikabulkan-allah/)], dan jauhilah meminta-minta kepada ahli kubur[7. Simak: Sembahlah Allah, dan jadikanlah Dia sebagai satu-satuNya sesembahan (http://abuzuhriy.com/sembahlah-allah-dan-jadikanlah-dia-sebagai-satu-satunya-sembahanmu/)], karena hal tersebut adalah amalan kesyirikan[8. Simak: http://ustadzmuslim.com/jika-kubur-dijadikan-tuhan/]..

***

Siapakah yang mengatakan setiap muslim yang jatuh dalam kesyirikan, pastilah dicap musyrik?[8. Simak: http://abuzuhriy.com/larangan-sembarangan-memvonis-seseorang-tertentu-dengan-vonis-kafir-atau-ahlul-bidah/]

Yang kukatakan adalah: “meminta-minta kepada penghuni kubur, adalah amalan yang syirik”[9. Ini tidak sama, Kita katakan: “ini amalan kufur” tidak otomatis jika kita dapati saudara semuslim yang jatuh kedalam amalan tersebut, mengkonsekuensikan kekafiran/kemurtadan baginya! Simak: http://ustadzaris.com/jangan-kafirkan-saudaramu]..

***

Tahukah engkau perbedaan takfir mutlak dengan takfir mu’ayyan[10. Simak pembahasannya disini (lihat kaidah keempat): http://ibnuramadan.wordpress.com/2010/10/28/bahaya-gegabah-dalam-kafir-mengkafirkan/]?

Tidaklah seorang muslim dicap murtad, hingga tegak padanya bayan (hujjah) [11. Dengan apakah ditegakkan hujjah? Kapankah seseorang dikatakan tegak hujjah? dan siapakah yang menegakkan hujjah? dan siapakah yang menghukumi seseorang telah tegak hujjah atau tidak? simak: http://almanhaj.or.id/content/1568/slash/0/dengan-apakah-hujjah-itu-dapat-ditegakkan/]!

***

Tahukah engkau bahwa ahlus sunnah sangat jauh dari mencap saudara semuslim kafir??

Sebagaimana tuduhanmu, bahwa kusebut bahwa pengikut majelis dzikir adalah kafir?!

***

Bagaimanakah majelis dzikir dikatakan amalan kekafiran?

Sedangkan mendatanginya adalah sebuah amalan kebajikan[12. Simak “Tuntutlah ilmu dengan mendatangi majelis ilmu” (http://abuzuhriy.com/tuntutlah-ilmu-dengan-mendatangi-majelis-ilmu/)]?

***

Camkan apa yang kukatakan: “Tawasul-lah (dengan tawassul yang syar’iyyah), karena dengannya engkau dekat denganNya..

Jauhilah tawassul bid’iyyah dan syirkiyyah[13. Simak penjelasan tentang tawassul dalam: http://abuzuhriy.com/agar-doa-kita-dikabulkan-allah/ (pada point keempat belas)].. yang hanya menjauhkanmu dari diriNya!

***

Datangilah majelis dzikir (yaitu majelis ilmu)..

Yang dengannya ilmu-mu bertambah, sehingga jadilah engkau kaum yang berpikir!!”

***

Mulai-lah shalat dengan MENGUCAPKAN TAKBIR, karena ia adalah tuntunan Rasul..

Adapun mengucapkan niat, maka itu tidaklah mempunyai asal-usul[14. Simak: http://abuzuhriy.com/melafazhkan-niat-sesuai-sunnah-kah/]..

***

Bukti kecintaan terhadap nabi, bukanlah dengan memperingati maulid[15. Simak:

– “sejarah ‘pensyariatan’ maulid” (http://abuzuhriy.com/?p=2467)

– “fatwa ulama tentang maulid” (http://abuzuhriy.com/?p=2504)

– “22 Syubuhat dan Bantahannya terhadap mereka yang membolehkan maulid nabi”

Bagian pertama : (http://abuzuhriy.com/?p=2477)

Bagian kedua: (http://abuzuhriy.com/?p=2479)

Bagian ketiga: (http://abuzuhriy.com/?p=2487)]..

Tapi cara mencintainya[16. Simak:

– Tentang Klaim Cinta Rasul (http://abuzuhriy.com/tentang-klaim-cinta-rasul/)
– Hakekat mencintai Rasuulullaah (http://ustadzkholid.com/akhlaq/hakekat-mencintai-rasulullah-shallallahualaihi-wasallam/)], adalah dengan beramal dengan dalil yang valid..

***

Siapa yang bilang orang yang selamatan adalah pemuja syaithan?

Sesungguhnya tuduhan tanpa bukti, malah mengikuti bujuk rayuan syaithan..

***

Sesungguhnya kebaikan, bukanlah dinilai dengan perasaan..

Sebagaimana dirimu menganggap “yasinan” adalah kebaikan..

***

Bacalah Qur-aan, karena ia akan melembutkan hati[17. Simak:

– Berbagai keutamaan al Qur-aan (http://abuzuhriy.com/berbagai-keutamaan-alquran/)]..

Adapun yasinan, maka ia hanya mengeraskan hati[18. Karena barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak memiliki hujjah dalam syari’at, maka ia telah mengamalkan bid’ah. Dan barangsiapa yang mengamalkan bid’ah, maka ia hanyalah semakin mengeraskan hatinya, sedangkan ia tidak menyadari]..

***

Adapun tashawwuf[19. Simak:

http://abuzuhriy.com/hakekat-tashawwuf-prinsip-prinsip-ajaran-tashawwuf/

http://abuzuhriy.com/hakekat-tashawwuf-sekte-sekte-dalam-ajaran-tashawwuf/], maka hendaknya kau jauhi dan jangan engkau ragu..

Berkata Imam Syafi’i: “barangsiapa yang pagi harinya belajar tashawwuf, maka siang harinya ia telah menjadi dungu”

***

ikutlah kebenaran KARENA ALLAH, untuk mencari keridhanNya..

Janganlah pernah sekali beramal karena manusia[20. Simak: http://abuzuhriy.com/ikhlash-dalam-beramal/], yang mana engkau hanyalah akan mendapat murkaNya..

***

Adapun cingkarang, maka ia lebih bersih dan lebih dekat kepada sunnah[21. Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda:

إِزَارُ الْمُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ, وَلا حَرَج – أَوْ وَلا جُنَاح – فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ, فَمَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِي النَّارِ, مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللهُ إِلَيْهِ

Sarung seorang muslim hingga tengah betis dan tidak mengapa jika di antara tengah betis hingga mata kaki. Segala (kain) yang di bawah mata kaki maka (tempatnya) di neraka. Barang siapa yang menyeret sarungnya (di tanah-pent) karena sombong maka Allah tidak melihatnya.”

(HR. Abu Daud no: 4093, Malik no: 1699, Ibnu Majah no: 3640. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Nawawi dalam Riyadus Shalihin, Syaikh Albani dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth; dari artikel ustadz firanda) ]..

Adapun memanjangkan jenggot, maka ia adalah kewajiban, sebagaimana yang diijma’kan salaful ummah[21. Sebagaimana disebutkan Imaam Ibnu Hazm]..

***

Hitamnya jidad, bukanlah tanda pengikut kebenaran..

Dahulu khawarij berjidad hitam, tapi ia malah jauh dari kebenaran..

***

Menjelaskan kebenaran bukanlah disebut dengan hujatan..

Dan kemuliaan, tidaklah didapat dengan menebar celaan..

***

Nasehatku padamu, sembahlah Allaah, melalui jalan yang ia ridhai.. Bukan dengan jalan yang ia murkai..

[Jawaban atas puisi yang beredar dengan judul: “Aku Harus Bagaimana”, versi Kunanto Bloko (Adapun nama yang nongol di gambar, maka dia hanyalah muqallid dan plagiatnya kunanto)]

2 Komentar

Filed under Al-Bid'ah, Manhaj, Manhaj Ahlul-Bid'ah wal Furqåh, Syubhat & Bantahan

2 responses to ““Kau harus bagaimana?” Jawaban atas puisi “Aku Harus Bagaimana?”

  1. ane pikir ini yg lebih duluan drpd AR bolodewe. http://ummatipress.com/tag/lalu-aku-harus-bagaimana/
    ane ijin copas ya buat pribadi. syukron katsiran

  2. Abu Zuhriy al Gharantaliy

    @danar

    Komentar antum sekaligus menjadi koreksi dari artikel diatas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s