Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai Agama, Muhammad sebagai Nabi

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ذَاقَ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ

“Akan merasakan manisnya iman,

مَنْ رَضِيَ بِاللهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِيْناً وَمُحَمَّدٍ رَسُولاً

seorang yang ridha Allah sebagai Rabbnya(1), Islam sebagai agamanya(2), dan Muhammad sebagai rasul(3).”

(HR. Muslim, at-Tirmidziy dan selainnya)

Beliau juga bersabda:

يَا أَبَا سَعِيدٍ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Wahai Abu Said, barangsiapa ridha Allah sebagai Rabbnya(1), Islam sebagai agamanya(2) dan Muhammad sebagai Nabinya(3), maka ia pasti masuk surga.“

(HR Muslim)

1. Misalkan engkau ditimpakan cobaan yang berat dari Allah, lalu engkau tahu, bahwa ini merupakan bagian dari taqdir Allah, kemudian engkau RIDHA kepadaNya, maka engkau akan merasakan manisnya iimaan.

Berbeda dengan orang yang Allah timpakan padanya cobaan, kemudian ia melihat berdasarkan hawa nafsunya, sehingga ia MARAH terhadap taqdir. Tanpa ia sadari ia telah marah kepada Dzat yang telah menetapkan taqdir, Yang Maha Tahu, Maha Bijaksana, lagi Maha Penyayang. Sehingga baginya pun kemurkaan rabbnya! Na’uudzubillaah.

2. Misalkan engkau terasa berat dalam mengamalkan syari’at islam DALAM DIRIMU dan KELUARGAMU; baik itu meninggalkan maksiat ataukah mengerjakan ketaatan, tapi engkau ingat ada balasan dibaliknya sehingga engkau pun ridha dengan syari’atNya, sehingga engkau MEMAKSA DIRIMU untuk tetap diatasnya dan tidak berpaling darinya, maka engkau akan merasakan manisnya iimaan.

Berbeda dengan mereka yang mendahulukan hawa nafsu diatas syari’at, mereka lalai atau lupa atau pura-pura lupa; bahwa kelak akan dimintai pertanggung jawaban… Hanya karena kesenangan sesaat, mereka menerjang perintah dan larangan Allah.. Sehingga hati mereka menjadi keras karenanya..

3. Misalkan engkau dihadapkan dengan sebuah hadits yang telah shahiih datang dari Rasuulullaah, lantas hadits tersebut menyelisihi hawa nafsumu… Karena kecintaanmu terhadap RasulNya lebih kuat daripada hawa nafsumu, maka engkau ridha menetapi tuntunan Rasul.. Sehingga engkau pun merasakan manisnya iimaan.

Berbeda dengan para pengikut hawa nafsu, yang tidak ridha ketika hawa nafsunya diusik; sehingga ia pun menolak perintah Rasul, atau bahkan memalingkan perintah Rasul kepada makna yang tiada hujjah sedikitpun atasnya! Ia ingin agar perintah Rasul tersebut sesuai dengan hawa nafsunya, sehingga ia palingkan maknanya. Bukanlah yang demikian orang yang ridha terhadap RasulNya.

Demikian pula, seseorang yang mengambil tuntunan selain tuntunan RasulNya dalam beragama.. Maka ia bukanlah seorang yang ridha Muhammad shallallaahu ‘alayhi wa sallam sebagai RasulNya.. Kalaulah ia ridha, niscaya ia jadikan beliau sebagai teladan baginya DALAM SELURUH PERKARA, bukan pada sebagiannya saja..

Dan ketahuilah… telah shahiih dari Nabi, bahwa beliau bersabda :

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَقُولُ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Tidaklah seorang muslim membaca (dzikir berikut) saat ia memasuki pagi hari sebanyak tiga kali dan di sore hari tiga kali:

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا،

rådhitu bilaahi råbba

Aku rela Allah sebagai Rabb

وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا،

wa bil islaami diinaa

Islam sebagai agama

وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا.

wa bi muhammadin shållallåhu ‘alayhi wa sallama nabiyya

dan Muhammad sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).”

إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

kecuali Allah pasti untuk meridlainya pada hari kiamat.”

(HR. Imam Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan)

Dan tentunya perkataan tersebut BUKANLAH PERKATAAN YANG KOSONG. Akan tetapi perkataan yang diucapkan dengan hati yang penuh kekhusyu’an dan dikatakan dengan penuh kejujuran dan ketulusan, yang mana ia benarkan dalam hati, lisan dan anggota badannya.

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Manhaj, Manhaj Ahlus-Sunnah wal Jama'ah, Tauhid Uluhiyyah, Ushul Ahlus-sunnah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s