Keutamaan dzikir setelah makan dan setelah mengenakan pakaian

Dua perkara diatas adalah hal yang SENANTIASA kita lakukan dalam keseharian kita. Kita makan paling tidak dua kali sehari, dan kita mengenakan pakaian paling sedikit dua kali. Tahukah kita KEUTAMAAN BESAR dibalik dzikir setelah makan dan setelah mengenakan pakaian? Yaitu di-AMPUN-kannya dosa-dosa kita yang telah lalu, bahkan yang akan datang!!!

Simak hadits berikut:

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

من أكل أو شرب فقال

Barangsiapa yang makan atau minum, kemudian (setelahnya) ia membaca

ألْحَمْدُ لِله الَّذِيْ أطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنيه مِن غَيرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّه

alhamdulillah, alladziy ath’amaniy hadzaa, wa razaqaniihi, min ghayri hawlin minni wa laa quwwah

segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini kepadaku, dan yang telah memberikan rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku…

غفر له ما تقدم من ذنبه

Diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu

ومن لبس ثوبا فقال

Dan barangsiapa yang mengenakan pakaian, kemudian membaca (dzikir)

: الحمد لله الذي كساني هذا ، ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة

Alhamdulillaahilladziy kasaaniy hadzaa wa razaqaniihi min ghayrin hawlin minni wa laa quwwah

Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan dan merizkikan pakaian ini, tanpa daya dan kekuatan dariku,

غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر

Diampunkan baginya dosa-dosa yang telah lalu dan yang akan datang

(Hasan, dihasankan Syaikh al Albaaniy dalam shahiih at targhiib)

Semoga kita termasuk orang yang mengamalkan hadits diatas dan termasuk orang yang mengamalkannya dengan menghadirkan hati, sehingga termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaan diatas… Aamiin

Hendaknya seorang hamba mengetahui pada asalnya ia lapar dan telanjang! Maka ingatlah selalu nikmat-nikmatNya dan bersyukurlah kepadaNya!

Rasuulullaaah bersabda, bahwa Allah berfirman:

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُوْنِي أَطْعِمْكُمْ

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian lapar, kecuali orang-orang yang aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku berikan makanan itu kepadamu.

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُوْنِي أَكْسُكُمْ

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian adalah orang-orang tidak berpakaian, kecuali orang-orang yang telah Kuberi pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku berikan pakaian itu kepadamu…

(HR Muslim)

Maka kita harus senantiasa mengingat-ngingat nikmatNya… Maka kita makan atau mengenakan pakaian, kita tahu bahwa kita ini tadinya lapar dan telanjang, kemudian Allah memberikan kepada kita kekuatan untuk mencari rezeki, kemudian memberikan kita rezeki, sehingga kita masih dapat makan dan mengenakan pakaian.

Kita menyandarkan bahwa nikmat-nikmat ini datangnya dari Allah, yang tiada kita mampu untuk mendapatkannya melainkan karena rezeki dan kekuatan dariNya. Lantas kita berdzikir dengan hati dan lisan kita, untuk mensyukuri nikmat ini.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. (Faathir: 3)

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu

(Al-Ahzaab: 9; dan al Maa-idah: 11)

Hadirkan hal ini dalam hatimu ketika engkau makan!

Ketika kita makan, kita harus sadari dan jangan sampai kita lalai akan nikmat Allah, bahwa sejak awal kita menjadi makhluk didalam rahim ibu kita senantiasa Allah memberi kita makan/minum, demikian pula dengan makanan/minuman yang ada dihadapan kita ini; ini adalah rezeki dari Allah, yang wajib kita syukuri.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

(Al-Baqara: 172)

Allah berfirman:

وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ . لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air, supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

(Yaasiin 33-34)

Maka SETIAP KALI kita memakan makanan atau meminum minuman, hendaknya kita tidak lalai dari nikmatNya yang mana Dia telah memberikan kita rezeki makanan/minuman, dan juga Dia telah memberikan kepada kita kekuatan dan pertolongan untuk mencari rezeki.

Tanpa daya dan kekuatan yang diberikanNya, maka kita tidak akan mampu untuk bekerja..

Dan tanpa kemurahanNya dalam memberi rezeki, maka kita tidak akan mendapatkan uang untuk membeli makanan/minuman…

Bayangkan jika kita cacat total… bukankah kita harus butuh bantuan orang lain untuk mencari rezeki ? Maka tanpa kekuatan dan pertolonganNya; kita tidak mampu bekerja, sehingga tidak akan mampu membeli makanan ini.

Bahkan untuk orang cacat pun, ia harusnya bersyukur kepada Allah yang telah melapangkan hati orang-orang yang telah memberinya makan, dan ia tetap harus bersyukur karena Allah masih memberikan rezeki pakaian kepadanya, sehingga ia masih dapat hidup. Ia pun wajib bersyukur/berterimakasih kepada manusia yang telah berbuat baik padanya. (baca: http://abuzuhriy.com/membalas-kebaikan-orang-orang-yang-berbuat-baik/)

Hadirkan hal ini dalam hatimu ketika engkau mengenakan pakaian!

Demikian pula ketika kita mengenakan pakaian, kita harus sadari dan jangan sampai kita lalai akan nikmat Allah, bahwa sejak awal kita keluar dari rahim ibu kita senantiasa Allah memberi kita pakaian, demikian pula dengan pakaian yang ada dihadapan kita ini; ini adalah rezeki dari Allah, yang wajib kita syukuri.

Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

(QS Al A’raaf 7 : 28)

Allah berfirman:

وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ

…dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas….

(hingga firmanNya)

كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

(An Nahl: 128)

Maka SETIAP KALI kita mengenakan pakaian, hendaknya kita tidak lalai dari nikmatNya yang mana Dia telah memberikan kita rezeki pakaian ini, dan juga Dia telah memberikan kepada kita kekuatan dan pertolongan untuk mencari rezeki.

Tanpa daya dan kekuatan yang diberikanNya, maka kita tidak akan mampu untuk bekerja..

Dan tanpa kemurahanNya dalam memberi rezeki, maka kita tidak akan mendapatkan uang untuk membeli pakaian ini…

Bayangkan jika kita cacat total… bukankah kita harus butuh bantuan orang lain untuk mencari rezeki ? Maka tanpa kekuatan dan pertolonganNya.. Kita tidak mampu bekerja, sehingga kita tidak akan mampu membeli pakaian ini.

Bahkan untuk orang cacat pun, ia harusnya bersyukur kepada Allah yang telah melapangkan hati orang-orang yang telah memberinya pakaian, dan ia tetap harus bersyukur karena Allah masih memberikan rezeki pakaian kepadanya melalui orang tersebut, sehingga ia masih dapat menutup auratnya. Ia pun wajib bersyukur/berterimakasih kepada manusia yang telah berbuat baik padanya. (baca: http://abuzuhriy.com/membalas-kebaikan-orang-orang-yang-berbuat-baik/)

Demikianlah balasan Allah bagi orang-orang yang mengingatNya dan bersyukur kepadaNya!

Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri hambaNya. Barangsiapa yang bersyukur kepadaNya, maka ia akan membalas hambaNya. Dalam hadits ini adalah balasan bagi Allah bagi mereka yang mengingat dan mensyukuri nikmatNya.

Allah memfirmankan perkataan sulaymaan ‘alayhis salaam:

هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

“Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

(An-Naml: 40)

Allah berfirman:

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

(Luqman: 12)

Allah berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

(Ibrahim: 7)

Allah berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

(Al-Baqarah: 152)

Maka alangkah beruntungnya seseorang yang hatinya senantiasa mengingat Allah, sehingga ketika ia ingat akan nikmatNya, maka lisannya pun menyambutnya dengan dzikir, demikian pula anggota badannya untuk melakukan ketaatan untuk mensyukuri nikmatNya.

Dan alangkah meruginya mereka yang LALAI akan dzikir kepadaNya.. Sehingga mereka LUPA mensyukuri nikmat yang patut untuk mereka syukuri.. Sehingga Allah memberi “hukuman” kepada mereka lalai dari mengucapkan dzikir diatas, sehingga lalai mendapatkan keutamaan diatas.

Dan alangkah KUFURnya seseorang yang menyandarkan makanan dan pakaiannya pada usahanya semata, ia berkata baik dalam hatinya atau lisannya “aku mendapatkan rezeki ini karena kelebihanku”[1. Ini merupakan perbuatan yang sangat jelek, yang serupa dengan perbuatannya Qaarun, yang mana Allah berfirman tentangnya:

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِندِي أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ

Qaarun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

(Al-Qashash: 78)]. Ia telah LUPA kepada Allah, yang Maha Kuasa lagi Maha Pemberi Rezeki[2. Allah berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.

(Al-Hasyr: 19)]. Inilah orang-orang yang UJUB (menyandarkan kekuatan pada dirinya, dan melupakan pertolongan Allah).. Maka Allah mengancam mereka dengan adzab..

Amat sedikitnya mereka yang bersyukur!

Allah berfirman:

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

(Al-A’raaf: 10)

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

(Ghaafir: 61)

Berdoalah sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah SETIAP SELESAI SHALAT:

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

ALLAHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK

[Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].”

(HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)

Maka semoga kita termasuk orang-orang yang mengingatNya, mensyukuriNya, dan termasuk orang yang memperbagus ibadah kepadaNya sebagai bentuk syukur kepadaNya.. Aamiin

1 Komentar

Filed under Aqidah, Dzikir, Ibadah, Tauhid Uluhiyyah

One response to “Keutamaan dzikir setelah makan dan setelah mengenakan pakaian

  1. Ping-balik: Keutamaan dzikir setelah makan dan setelah mengenakan pakaian Dua perkara diatas adalah hal yang SENANTIASA kita lakukan dalam keseharian kita. Kita makan paling tidak dua kali sehari, dan kita mengenakan pakaian paling sedikit dua kali. Tahukah kita KEUT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s