Renungan sebelum menuliskan twit/status facebook..

Jangan dulu tujukan statusmu itu kepada orang lain… Sedangkan engkau melupakan dirimu sendiri; orang yang paling jauh dari apa yang engkau tuliskan tersebut..

Oleh karenanya, yang terbetik dalam hatimu ketika menuliskan status adalah UNTUK DIRIMU, KEMUDIAN untuk orang lain (yang semoga diambil manfaatnya)..

Sebaliknya, jika kita melihat status orang lain, hendaknya kita berprasangka baik kepadanya:

“aku hushnuzhann bahwa ia menuliskannya dalam rangka menasehati dirinya dna orang lain, dan aku hushnuzhan bahwa ia adalah orang yang pertama kali akan (atau telah) mengamalkan apa yang dituliskannya tersebut”

Berkata Maimun Bin Mahrån,

“Seorang hamba TIDAK TERMASUK golongan orang-orang BERTAQWA…

SAMPAI IA MENGORKSI DIRINYA (SENDIRI) MELEBIHI DARI KOREKSINYA TERHADAP REKANNYA…

Dan dua orang yang bekerjasama, akan saling mengoerksi satu-sama-lain setelah menyelesaikan pekerjaan (mereka)…”

(sekali lagi… jangan langsung “tampar” atsar diatas kepada orang lain.. tapi tujukan dulu kepada DIRI KITA SENDIRI.. kemudian kita ingatkan orang lain dengan atsar tersebut)

Demikian pula ketika kita membaca ayat al Qur-aan, hadits, atsar, ataupun tafsir, syarah, atau pembahasan para ulamaa’.. Jangan sampai kita “niat belajar UNTUK ORANG LAIN, dan melupakan DIRI KITA SENDIRI; yang SANGAT BUTUH akan ilmu tersebut”… ini yang harus senantiasa kita tanam dalam diri kita.. Sehingga semoga ilmu yang kita pelajari dan ajarkan BERMANFAAT.. Setidaknya bagi diri kita sendiri..

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s