Jika engkau RAGU atau TIDAK TAHU.. maka DIAM-lah !

# solusi ketika RAGU atau TIDAK TAHU akan sesuatu.. yaitu DIAM, bukan malah BERKATA atau BERBUAT #

** termasuk dalam hal diatas, jika kita INGIN BERKATA (terhadap sesuatu yang kita anggap baik).. 

maka hendaknya kita CARI TAHU DULU (menuntut ilmu/bertanya kepada ustadz), apakah hal tersebut BAIK MENURUT SYARI’AT ata

u justru sebaliknya? jika RAGU, apalagi TIDAK TAHU.. maka hendaknya engkau DIAM.. jangan sampai engkau berkata-kata TANPA ILMU.. apalagi jika perkataan tersebut menyangkut ALLAH dan AGAMA-Nya!!! Apakah engkau hendak berkata atas nama Allah dan agamaNya dengan tanpa ilmu?!

** termasuk dalam hal diatas, jika kita INGIN BERBUAT/BERAMAL (terhadap sesuatu yang kita anggap baik).. 

maka hendaknya kita CARI TAHU DULU (menuntut ilmu/bertanya kepada ustadz), apakah hal tersebut BAIK MENURUT SYARI’AT atau justru sebaliknya? jika RAGU, apalagi TIDAK TAHU.. maka hendaknya engkau DIAM.. janganlah engkau BERIBADAH, kecuali dengan LANDASAN ILMU.. Allah itu disembah dengan kehendakNya, bukan dengan kehendak kita. Maka hendaknya kita menyembahNya dengan apa yang diridhaiNya.. yaitu beramal SESUAI TUNTUNAN RASUL-Nya..

** termasuk dalam hal diatas, jika kita INGIN MENGAJAK (terhadap sesuatu yang kita anggap baik).. 

maka hendaknya kita CARI TAHU DULU (menuntut ilmu/bertanya kepada ustadz), apakah hal tersebut BAIK MENURUT SYARI’AT atau justru sebaliknya? jika RAGU atau TIDAK TAHU.. hendaknya engkau DIAM, bukannya MENGAJAK manusia kepada sesuatu yang tanpa engkau landasi dengan tanpa ilmu..

** termasuk dalam hal diatas, jika kita ingin MENGINGKARI [baik secara perkataan/perbuatan] (sesuatu yang kita anggap mungkar/buruk).. 

maka hendaknya kita CARI TAHU DULU (menuntut ilmu/bertanya kepada ustadz), apakah hal tersebut MUNKAR MENURUT SYARI’AT atau justru sebaliknya? maka jika RAGU atau TIDAK TAHU.. hendaknya engkau DIAM, bukannya MENGINGKARI (baik dengan perkataan/perbuatan) dengan tanpa ilmu..

** Demikian pula jika ketika KITA DITANYA akan sesuatu.. yang mana kita RAGU atau bahkan TIDAK TAHU.. maka DIAM-lah.. atau katakan saja “aku tidak tahu”..

 
Logika/perasaan (tanpa dalil) maka ini pun BUKAN ILMU
 
Adapun jika hanya bermodalkan: “menurut ana sih ini baik-baik aja (tanpa dalil sedikit pun, hanya berdasarkan logika/perasaan)” atau berkata: “menurut ana ini BURUK (tanpa dalil sedikit pun, hanya berdasarkan logika/perasaan)” maka ini BUKAN ILMU, jika dia BERKATA/BERBUAT (apakah itu untuk dirinya sendiri atau mengajak/mengingkari orang lain) maka hal ini termasuk BERKATA/BERBUAT dengan TANPA ILMU. apalagi jika dia BERANI-BERANINYA mengajak/mengingkari manusia hanya berdasarkan hal tersebut?! maka ini lebih parah lagi…

simak:
 
 
“Kata kyai/ustadz/ulama/syaikh” (tanpa tahu dalilnya) ini pun BUKAN ILMU

Demikian juga jika hanya bermodalkan: “kata kyai/ustadz/ulama/syaikh fulan begini.. (dan ia berkata demikian tanpa tahu dalil dibalik perkataan mereka)” maka ini TAQLID.. dan TAQLID BUKAN ILMU.. Silahkan ia BERAMAL UNTUK DIRINYA (dengan apa yang ditaqlidinya tersebut). Tapi apakah ia mengajak orang lain kepada sesuatu yang ditaqlidinya? (yaitu ia mengajak hanya berdasarkan taqlid, tanpa ilmu) maka ini TERLARANG.. Apakah ia mengingkari orang lain yang bersebrangan dengan yang ditaqlidinya ? (yaitu ia melarang orang lain… hanya berdasarkan taqlid, tanpa ilmu) maka ini pun juga TERLARANG..

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s