Jangan ngambek akhi

‎Jika kita dengar seserang berkata:

“mengapa ada seseorang yang amat sombong, tidak mau membalas salam, begini dan begitu…”

1. Maka apakah engkau katakan ini ghibah?

Bukan akhi.. Dia berkata “seseorang”, dia tidak berkata “budi (kasihan si budi, jadi contoh)”

2. Apakah ini dibenarkan?

Ya, uda ada kok contoh dari Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam.. Bukankah kita sering mendengar beliau berkata:

“kenapa (keadaan) suatu kaum…”, atau “kenapa (keadaan) salah seorang diantara kalian..”

Atau dalam hadits ttg shalat malam “wahai abdullaah, engkau jangan seperti si FULAAN, yg tdnya shalat malam, tp skrg tidak”

Ingat, lafazh hadits diatas tidak ada satu katapun menyinggung orang tertentu, bahkan kaum tertentu.. Karena hanya disebutkan umum… Tidak menyebutkan nama orang atau kaum secara khusus…

Maka ini bisa siapa saja.. Bisa si budi, si anto, dan lain-lain..

3. Maka mungkin saja kita yang su’uzhan.. Mikirnya kemana-mana.. Kita mengira si A sedang membicarakan si B, padahal maksud si A adalah si C..

Bukankah tugas kita hanyalah hushnuzhann? Kenapa kita tidak berkata “ah, ini mungkin orang lain, bukan si fulaan” (kan enak..)

Jadi selama tidak ditetapkan kekhususannya, maka jangan kita tetapkan sendiri atau tebak2..

Tetapkanlah keumumannya, dan ambillah nasehat umum tersebut sebagai pelajaran bersama…

4. Bagaimana jika ternyata yang dimaksudkan kita?

Misalkan apa yang disebutkan dalam perkataannya itu semua menyinggung atribut kita?

Maka dijawab: “akhi, bukankah orang tersebut tidak menyebut namamu?”

Maka sikap kita adalah mengambil keumuman nadehat tersebut.. Kita bersyukur kepada Allah, Alhamdulilaah.. Karena telah dinasehati secara tidak langsung… Dan kita doakan kepadanya kebaikan tanpa sepengetahuannya..

Inipun kalau MEMANG BENAR bahwa kita yang dimaksudkan dalam perktaaannya.. Tapi bagaimana kalau yg dimaksudkan tersebut BUKAN KITA?! (dan memang benar2 kebetulan)

Kitanya sudah ngambek duluan, akhirnya kita menjauhinya.. Ya ini juga repot..

Cobalah tanyakan, mengapa ngambek? Padahal dia tidak mengghibahimu? Dia tidak menyebutkan namamu? Dan bahkan yg dimaksudkan itu mungkin saja bukan dirimu?!

Apakah kita ngambek kepadanya karena ia mengusik HAWA NAFSU kita?

Bukankah kita justru harus melawan hawa nafsu kita dan membuang kejelekan yg ada dalam diri kita?

Dan bukankah dengan diingatkannya kita, maka kita dapat berkaca dan memperbaiki diri? Bukankah ini justru berdampak kebaikan bagi kita? Lantas mengapa ngambek?

Banyak kasus seperti ini… Yaitu kesalahpahaman… Sehingga digunakan syaithan untuk menanamkan benih permusuhan diantara dua orang yang saling bersaudara atau bahkan saling mencintai karena Allah..

Justru disinilah Allah menguji PENGAKUAN seseorang yang berkata ia cinta kepada saudaranya karenaNya..

Sesungguhnya nasehat tidaklah menambah jauh seseorang dari saudaranya, bahkan seharusnya merekatkan hubungan keduanya…

Hakikat kasih sayang seseorang terhadap saudaranya, adalah dengan mengingatkan keburukan yang ada padanya; dengan harapan saudaranya tersebut meninggalkan keburukannya.

Allah berfirman:

وَالْعَصْرِ

Demi masa.

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran dan saling nasehat menasehati supaya bersabar (diatasnya).

(al Ashr 1-3)

وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ

saling nasehat menasehati untuk bersabar dan saling nasehat menasehati untuk saling berkasih sayang

(al balad 17)

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s