Tidak pantas berdalih dengan “tabiat” !

Jika engkau mendapati dirimu LEMAH, bukan berarti menjadi hujjah bagimu untuk berpasrah diri dan bersifat LEMAH !!!

Jika engkau mendapati pada dirimu bersifat KIKIR lagi BERKELUH KESAH… maka bukan berarti ini menjadi HUJJAH bagimu untuk berpasrah diri dengan hal tersebut !!!

1. Berdalih dengan sifat lemah?

Memang benar bahwa Allah berfirman:

وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا

Dan Allah menciptakan manusia dalam keadaan LEMAH.

Eits, tunggu dulu… akan tetapi Allah pada ayat yang sama juga berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ

Allah menghendaki untuk memberikan keringanan kepadamu

(an Nisaa: 28)

Allah menciptakan lelaki lemah terhadap wanita, namun Allah pun memberi keringanan mereka untuk MENIKAH (satu, dua, tiga atau empat).

Maka KELIRU, jika seseorang berdalih dengan “kelemahan” ini, untuk menerjang batasan-batasan Allah!! Ingatlah! Allah telah mensyari’atkan kepadamu batasan-batasanNya! Dan merupakan kewajibanmu untuk tidak melanggarnya, bahkan Dia pun telah memberikan keringanan bagimu. Maka ambillah keringananNya dan jangan terobos batasan-batasannya!!

2. Berdalih dengan sifat keluh kesah dan kikir?

Jawaban terhadap mereka yang berdalih dengan tabiat keluh kesah

Memang benar, bahwa Allah berfirman:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا . إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا . وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.

Akan tetapi Allah berfirman setelah ayat diatas:

إِلَّا الْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ

kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya,

Inilah solusi dari Allah tentang tabiat BERKELUH KESAHmu.. shalatlah.. mengadulah kepadaNya!

Allah berfirman:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Sedangkan Dia berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Sesungguhnya dengan MENGINGAT ALLAH (dan shalat termasuk seutama-utama dzikir) akan menentramkan hati

Lihatlah tafsir ulamaa’ akan ayat diatas! Sesungguhnya Imam al Baghawiy ketka menafsirkan ayat diatas membawakan perkataan Ibnu ‘Abbaas:

إذا أصابه الفقر لم يصبر ، وإذا أصاب المال لم ينفق

jika ditimpah kefaqiran tidak bersabar, dan jika diberikan harta, maka tidak menginfakkannya.

(Lihat tafsiir al Baghawiy)

Maka jelas… Tafsir dari Ibnu Abbaas akan جَزُوعًا adalah لم يصبر . Dan memang keluh kesah merupakan KEBALIKAN DARI SABAR!

Sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim ketika menjelaskan ayat:

سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ

“Sama saja bagi kita, apakah kita MENGELUH ataukah BERSABAR; kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri dari siksaan”

Beliau berkata:

“disini Allah membandingkan dua perkara YANG BERTOLAK BELAKANG, yaitu antara sabar dan KELUH KESAH.”

(lihat ‘uddatush shabiriin)

Dan juga Dia telah memerintahkanmu:

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Bersabarlah dengan sabar yang baik

Ingat HUKUM ASAL PERINTAH ADALAH WAJIB.

Lantas apa makna sabar yang baiK?

Ditafsirkan Imam al Qurthubiy:

هو الذي لا جزع فيه ولا شكوى لغير الله

Mereka adalah yang tidak mengeluh kesusahan mereka akan cobaan, tidak pula mengadukan kesulitan mereka KEPADA SELAIN ALLAH.

Maka jelas, berdasarkan ayat diatas berkeluh kesah kepada makhluq menyelisihi perintah diatas!

Oleh karenanya NabiNya yang mulia, Ya’qub ‘alayhis salaam berkata:

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Hanya kepadaNya-lah aku mengadukan kesusahan, dan mengeluhkan kesulitanku…

Jawaban terhadap mereka yang berdalih dengan tabiat kikir

Demikian pula kikir; dalam beberapa ayat setelahnya Allah telah menetapkan syari’atNya yang mulia bahwa Dia tidak ridha dengan kekikiran tersebut!

وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ . لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta)

Oleh karenaNya Dia berfirman:

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ . وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

(Al-Hadid: 24)

Sama halnya dengan kelemahan dan keluh kesah… Maka Dia telah memberikan solusi bagimu.. Tidak pantas dirimu berdalih dengan tabiat, sedangkan Rabbmu telah memberikan solusi untukmu..

Bagaimana jika saya memiliki tabiat yang buruk?

Diperbaiki sifatnya, bukan berdalih dengan “tabiat” untuk terus-terusan dalam tabiat buruk tersebut tanpa usaha mengubahnya!

Sebagaimana orang bodoh (dan memang setiap manusia dilahirkan dalam keadaan bodoh/tidak mengetahui apa-apa), tidak boleh berdalih dengna kebodohannya untuk tetap dalam maksiat atau terus-terusan dalam kebodohannya.. Demikian pula manusia yang memiliki tabiat buruk, tidak boleh berdalih dengan tabiat buruknya..

Justru Allah dan RasulNya memerintahkan untuk mengubah tabiat buruk tersebut.. Sebagaimana Allah dan RasulNya memerintahkan untuk menghilangkan kebodohan dalam diri manusia!

Hal ini terangkum dalam hadits:

إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ

“Sesungguhnya ilmu hanyalah [diperoleh] dengan ta’allum (menuntut ilmu)

وَالْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ

dan sikap hilm (tenang) hanyalah dapat diperoleh dengan tahallum (berusaha/memaksakan diri untuk bersikap tenang).

(HR. Al-Khathib dalam Tarikh-nya 9/127, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Lihat Silsilah Ash-Shahihah, karya Al-Albani, 1/342; dikutip dari asysyariah)

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Adab, Aqidah, Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s