Tidak sama antara mengkritik dan melecehkan

Dahulu ada seorang ULAMA BESAR TABI’IIN (yang tanpa mengurangi penghormatan dan pemuliaan padanya) di kritik oleh para ulamaa tentang sikap/cara penyampaiannya… Sampai-sampai diriwayatkan tidak ada yg tersisa di perguruannya kecuali satu orang murid; yg mana akhirnya muridnya tersbut menjadi imam besar dari kalangan tabi’ut tabi’iin.

Berlalu beberapa masa… ada pula ulama terdahulu dikatakan oleh para ulamaa sezamannya atau setelahnya bahwa “lisannya lebih tajam daripada pedangnya hajjaj”, tanpa mengurangi rasa hormat, dan pemuliaan terhadap dirinya atas sumbangsihnya terhadap islaam.

Apakah para ulama ini langsung dianggap merendahkan dan melecehkan ulama ulamaa diatas karna kritikan mereka? 

Tidak.. Kritikan, adalah kritikan.. Pelecehan adalah pelecehan.. 

Kok seakan-akan penyikapannya disamakan seperti menanggapi perkataan “ulama haidh dan nifas”?

Dan kita semua (yang bisa adil dalam menimbang) tahu kok mana yg disebut kritikan mana yg disebut hujatan…

Bersikaplah tenang, adil dan jangan tergesa-gesa…

Karena banyak orang yang berkata “tidak ada satupun yg ma’shum, selain Rasuulullaah”, tapi sikapnya terhadap orang tertentu berkebalikan dengan apa yang dikatakannya.. Yang mana ia SANGAT ANTIPATI dengan kritikan ULAMAA lain terhadap orang yang dikultuskannya tersebut… Dan inipun tanpa mengurangi rasa hormat, serta pemuliaan kita terhadap orang yang dikultuskannya tersebut…

Tinggalkan komentar

Filed under Catatan kecilku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s