Alangkah meruginya mereka…

1. Alangkah merugi mereka yang tidak beragama, yang tertipu dengan kehidupan dunia…

Mereka mengira bahwa kehidupan ini hanyalah kehidupan dunia… Mereka mengira bahwa kematian itu adalah akhir dari segalanya… Mereka mengira bahwa kita di dunia ini hanyalah hidup seperti binatang: makan, minum, tidur dan berketurunan… Mereka mengira bahwa mereka diciptakan hanya seperti itu… hingga akhirnya mereka mati, dengan keyakinan kufur tersebut… Adzab yang kekal pun menanti…

2. Alangkah merugi mereka yang tertipu dengan agama mereka yang kufur…

Mereka mengira bahwa agama mereka itu benar, padahal baathil… Mereka mengira bahwa peribadatan mereka kepada sesembahan-sesembahan selain Allah itu dapat memasukkan mereka ke dalam surga… Padahal justru memasukkan mereka kedalam neraka… Hingga akhirnya mereka mati, dengan keyakinan kufur tersebut… adzab yang kekal pun menanti…

3. Alangkah merugi mereka yang mengaku-ngaku beragama islam, sedangkan hati mereka kufur kepada Allah, agamaNya dan RasulNya…

Mereka mengira bahwa pengakuan mereka di KTP mereka “muslim” memberikan manfaat kepada mereka.. Mereka mengira bahwa Allah tidak mengetahui kekufuran dan kebencian mereka terhadapNya, agamaNya maupun rasulNya..

Apakah mereka mengira bahwa Islaam hanyalah identitas belaka? Sehingga mereka hanya mengaku-ngaku islaam, tapi justru yang mereka tampakkan adalah kekufuran yang nyata dalam lisan-lisan, tulisan-tulisan, maupun amalan mereka..

Jika kaum munaafiqiin dahulu MASIH SHALAT, karena takut dihukum bunuh… Maka kaum munaafiqiin dengan santainya bahkan terang-terangan meninggalkan shalat wajib, bahkan berani-beraninya mengingkari dengan nyata akan kewajiban shalat wajib lima waktu…

Aduhai.. Tidakkah mereka ketahui bahwa adzab kaum munaafiqiin lebih parah daripada orang kafir yang lain? bahwa kelak mereka akan ditempatkan di kerak api neraka dengan kekal abadi disana?

4. Alangkah merugi sebagian kaum muslimiin, yang mana mereka jauh dari ilmu… hingga mereka terjerumus kedalam kekufuran maupun kesyirikan akbar akibat kebodohan mereka…

Tidakkah mereka tahu, bahwa syirik/kufur merupakan dosa yang paling besar disisi Allah?

Jika mereka TELAH MENGETAHUI KEBENARAN… Tidakkah mereka tahu kalau mereka sengaja melakukannya, maka jatuhlah kepada diri-diri mereka kemurtadan?

Tidakkah mereka tahu, jika mereka membawa mati dosa syirik/kufur akbar tanpa bertaubat darinya, maka hapuslah seluruh amal mereka? Tidakkah mereka tahu, bahwa syirik/kufur akbar menyebabkan kekekalan di neraka?

5. Alangkah merugi sebagian kaum muslimiin, baik mereka berilmu tentangnya apalagi yang jauh dari ilmu.. yang mana mereka menggunakan amalan aakhirat untuk meraih dunia… Yang disatu sisi mereka meniatkan ibadah kepada Allah.. tapi disisi lain mereka harapkan dunia dari ibadah mereka tersebut..

Tidakkah mereka tahu? bahwa amal yang terkotori SYIRIK ASHGHAR (mencari balasan dari selain Allah) SEDIKIT SAJA.. Maka amal tersebut tidak ada harganya disisi Allah?

Tidakkah mereka tahu? Bahwa amalan yang terkotori SYIRIK ASHGHAR merupakan diantara DOSA BESAR yang PALING BESAR ?!!

Tidakkah mereka tahu? Bahwa makhluq yang mereka inginkan balasan duniawi tersebut, TIDAK MAMPU membalas amalan mereka di aakhirat?

Tidakkah mereka tahu? Bahwa makhluq yang mereka inginkan balasan duniawi tersebut, TIDAK MEMILIKI neraka untuk mengadzab, TIDAK PULA surga untuk mensyukuri?

Tidakkah mereka tahu bahwa orang-orang yang pertama kali dipanaskan api neraka adalah orang-orang yang beramal akhirat untuk mendapatkan balasan dunia?

6. Dan alangkah merugi… sebagian kaum muslimin yang beramal tanpa ilmu; sehingga mereka berbuat bid’ah dalam agama…

Tidakkah mereka ketahui, bahwa Allah hanya ingin diibadahi menurut apa yang dikehendakiNya? (yaitu dengan syari’at yang dibawa RasulNya) ?

Tidakkah mereka ketahui, bahwa Allah hanyalah memerintahkan mereka UNTUK MENGIKUTI apa yang sudah diajarkan Rasul, dan MELARANG mereka mengada-adakan peribadatan yang baru atau yang menyelisihi apa yang diajarkan Rasul?

Tidakkah mereka ketahui, bahwa kelak ahlul bid’ah AKAN DIUSIR di telaga nabi?

7. Dan alangkah merugi… sebagian kaum muslimin yang telah capek-capek beramal yang sesuai sunnah… tapi ia hapus amalan tersebut dengan perbuatan dosanya![1]

Tidakkah mereka tahu bahwa dosa-dosa dapat menghapuskan amalan sebagaimana amal shalih dapat menghapuskan dosa?

Tidakkah mereka tahu bahwa kezhaliman adlaah kegelapan dihari kiamat?

—-

Sesungguhnya Allah berfirman:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالً . الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

(al Kahfi: 103-104)

Kita berlindung kepada Allah dari menjadi golongan yang merugi tersebut… aamiin


Catatan Kaki

[1] . Dalam hal ini terbagi beberapa kelompok:

1. Seorang yang senantiasa beramal buruk dalam kesendirian karena meremehkan dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا

Aku benar-benar melihat diantara umatku pada hari Kiamat nanti, ada yang datang dengan membawa kebaikan sebesar gunung di Tihamah yang putih, lalu Allah menjadikannya seperti kapas berterbangan…

Tsauban bertanya,

“Ya Rasulullah, jelaskan kepada kami siapa mereka itu agar kami tidak seperti mereka sementara kami tidak mengetahui!”

Beliau bersabda,

أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

Mereka adalah saudara-saudara kalian dan sebangsa dengan kalian, mereka juga bangun malam seperti kalian, akan tetapi apabila mendapat kesempatan untuk berbuat dosa, mereka melakukannya

(HR. Ibnu Majah, disahihkan oleh Syaikh Al-Bany dalam Silsilatul Ahaadits Shahihah No,505)

2. Orang yang merusak amalan shalihnya karena diakhir hidupnya beramal dengan amalan yang rusak, sehingga amalan shalihnya terhapus dan kelak yang ia petik adalah amalan buruknya

Dalilnya:

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.

(al Baqarah: 266)

Umar radhiyallahu ‘anhu menanyakan kepada para shahabat tentang tafsir ayat diatas…

Ibnu Abbas menjawabnya:

“yakni perumpamaan orang yang RAJIN beramal dengan ketaatan kepada Allah, lalu Allah mengirimkan syaithan padanya, lalu dia banyak bermaksiat sehingga amal-amalnya terhapus”

(lihat: Fathul Baari (VII/49); al-Bukhariy (4538))

3. Orang yang amalan shalihnya dibawa sampai hari kiamat, tapi disisi lain ia banyak menzhalimi orang lain, sehingga ia membagikan amalan shalihnya kepada orang yang pernah dizhaliminya

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ

“Tahukah kalian siapa AL-MUFLIS (orang yang bangkrut) itu?”
Para sahabat menjawab; ‘Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.’

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ

“Sesungguhnya AL-MUFLIS dari ummatku adalah orang-orang yang datang di Hari Kiamat dengan membawa PAHALA shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga pernah MENCACI si fulan, MENUDUH si fulan (tanpa bukti), memakan harta si fulan, MENUMPAHKAN DARAH si fulan, memukul si fulan, maka diberikanlah pahalanya pada si fulan dan si fulan.”

فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Sehingga apabila telah habis pahalanya sebelum habis dosanya, maka diambillah dosa orang-orang lain tersebut dan dipikulkan pada dirinya lalu dilemparkan ia ke neraka.”

(HR Muslim)

Tinggalkan komentar

Filed under Aqidah, Tauhid Uluhiyyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s