Bertaqwa itu bukan hanya dalam urusan makanan saja.

Sebagaimana kita menjaga agar PERUT kita agar tidak mengkonsumsi yang haram…

Maka demikian pula seharusnya kita menjaga, MATA kita, dari memandang hal-hal yang haram.

demikian pula seharusnya kita menjaga, TELINGA kita, dari mendengarkan hal-hal yang haram.

demikian pula seharusnya kita menjaga, LISAN kita, dari berkata-kata yang mengandung yang haram.

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

اسْتَحْيُوا مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

“Hendaklah kamu benar-benar malu kepada Allâh!”.

Para shahabat mengatakan, “Wahai Rasûlullâh, alhamdulillah kami malu (kepada Allah)”.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى

“Bukan (sebagaimana yang kamu sangka)… Tetapi (yang dimaksud) benar-benar malu kepada Allâh adalah engkau menjaga KEPALA dan ISI-nya, menjaga PERUT dan apa yang berhubungan dengannya;

وَلْتَذْكُرْ الْمَوْتَ وَالْبِلَى

dan hendaklah engkau mengingat kematian dan kebinasaan.

وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا

Dan barangsiapa menghendaki kehidupan aakhirat, maka dia akan meninggalkan perhiasan dunia.

فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنْ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ

Barangsiapa telah melakukan itu, berarti dia telah benar-benar malu kepada Allâh Azza wa Jalla.”

(Hasan li ghayrihi, HR Tirmdiziy)

Ingin tahu penjelasan lebih merinci tentang sifat malu? (simak: http://abuzuhriy.com/penjelasan-tentang-sifat-malu/)

Tinggalkan komentar

Filed under Tazkiyatun Nufus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s